zainalmasri

Selamat datang di blog Coretan-coretan harian-Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya..Amiin ya Rabbal 'Alamiin.”Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS. Qaf :17)...

Minggu, 24 Maret 2019

JANGAN MENGAKU SIAP MENIKAH JIKA MASIH SEPERTI INI

Mengaku siap menikah bisa dilakukan semua orang . Tapi hal itu sama saja bohong jika sebenarnya wanita terkait belum benar-benar siap. Untuk hal ini, bukan hanya tentang biaya, undangan pernikahan, pesta yang besar, atau sejenisnya yang hanya bersifat sesaat bukan untuk jangka panjang.

Untuk mengetahui kalau Anda adalah wanita yang sudah siap menikah atau belum sebaiknya simak baik-baik ciri dibawah ini yang menunjukan bahwa Anda belum siap menikah jika masih memiliki ciri tersebut. Sebelum melanjutkan, sebaiknya perlu digaris bawahi bahwa tidak semua ciri atau tanda dibawah ini bisa ada pada wanita atau lebih khusus lagi ada pada Anda. Karena pada umumnya kita semua berbeda sehingga silahkan teliti apa saja ciri dibawah ini yang sama dengan keadaan Anda (wanita) sekarang.

Lebih mementingkan pesta pernikahan yang besar
Jika Anda seorang wanita yang lebih mementingkan pesta pernikahan mewah daripada kehidupan yang selanjutnya, bisa jadi anda belum siap untuk hal ini karena pernikahan itu bukan sekedar untuk bersenang-senang dengan pesta dan malam harinya ketika bersama. Karena yang paling utama adalah apapun yang dijalani atau yang akan terjadi setelah semua itu berlalu.

Harta dan Rupa
Banyak wanita yang bersedia menikah dengan pacarnya karena ketampanan atau harta yang cukup lumayan dari diri pasangan dan berpikir hal itu adalah sumber kebahagiaan. Jika Anda seperti ini, jangan terburu-buru menikah karena yang paling penting adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk dalam pernikahan. Seperti misalnya masalah keuangan yang menurun, tampilan pasangan yang berubah biasa saja, rasa bosan, dll.

Belum yakin sepenuhnya pada pacar
Masih berkaitan dengan tulisan madjongke.com diatas, jika Anda hanya mementingkan rupa atau harta dan tidak benar-benar percaya atau yakin pada pasangan tentang rasa cinta lebih baik jangan lakukan dulu pernikahan. Dan selanjutnya sama persis dengan tulisan madjongke sebelumnya tentang harta dan rupa. Oleh karena itu, berusaha untuk yakin dengan jalan lebih lama bersama dia adalah pilihan yang tidak buruk. Karena dengan begitu, hubungan cinta anda akan semakin kuat terlebih lagi jika pernah mengalami penderitaan bersama.

Tidak bisa berkomprom

Jika Anda masih mementingkan diri sendiri dan tidak bisa berkompromi bisa jadi Anda adalah wanita yang belum siap menikah. Karena pada kenyataannya banyak sekali cewek sekarang yang banyak tuntutan dan maunya menang dari pasangannya tanpa mau dituntut balik. Begitu juga sebaliknya.

Pacaran singkat
Pacaran dalam waktu singkat juga bisa menunjukan bahwa Anda belum siap menikah. Karena, pacaran adalah langkah awal untuk mengetahui seluk beluk pasangan. Pernikahan adalah proses seleksi bukan hanya untuk bersenang-senang. Sehingga jika Anda belum tahu seluk beluk pasangan yang sesungguhnya, Jangan mengaku siap menikah. Kalaupun tidak begitu, setidaknya masih butuh waktu yang lama untuk saling menyesuaikan diri. Jika belum bisa beradaptasi tentu saja masih memerlukan waktu yang lebih banyak. Asalkan tahu batasan tidak akan jadi masalah.

Masih ingin atau punya yang lebih baik
Masih pacaran dan belum sampai melakukan pernikahan tapi masih punya pilihan yang lain juga menunjukan Anda belum siap menikah. Bisa saja hal itu terjadi pada wanita yang memiliki kedekatan dengan pria lain untuk perbandingan atau mengharapkan kehadiran pria lain yang lebih baik.

Punya banyak pilihan
Untuk yang satu ini tentu saja tidak perlu penjelasan lagi karena wanita yang masih memiliki banyak pilihan untuk menikah bisa dikatakan benar-benar tidak siap menikah. Alasannya jelas wanita tersebut belum sepenuhnya mencintai satu pria. Dan untuk mengatasinya tentu saja yakinkan diri pada satu orang, hanya orang itu, dan tidak ada orang lain.

Belum bisa dewasa
Menikah adalah hidup baru yang berbeda jauh dari kehidupan sekarang. Sehingga Anda sebagai wanita harus merubah sikap dan tingkah laku seperti sekarang yang lebih mementingkan kesenangan. Selain itu, masalah pergaulan sebaiknya jangan terlalu dekat dengan wanita lajang yang masih punya pikiran seperti remaja pada umumnya karena bukan tidak mungkin Anda terpengaruh kembali dengan kehidupan mudanya. Kalaupun hal itu terbalik, sepertinya jarang karena masa lajang bisa dikatakan lebih gayeng daripada pernikahan.

Ingat, Pernikahan bukan akhir dari perjuangan Cinta tapi pernikahan adalah awal dari perjuangan baru yang lebih berat.










Sb :  »  » Jangan Ngaku Wanita Siap Menikah Jika Masih Seperti Ini

Jangan biarkan menunggu jika tak yakin bisa mrwujudkan

Komitmen untuk serius sudah ada, rasa sayang juga sudah menumpuk, kedekatan dengan keluarga kedua belah pihak juga sudah terjalin. Namun, ukhti sadar bahwa tak bisa menikah secepatnya. 

 jika ternyata memang orang yang ukhti cintai nggak mau menunggu maka keputusan paling akhir adalah membiarkan dia dengan ukhti yang mau menikahinya. Jangan sampai hanya karena rasa sayang, ukhti terpaksa untuk menikahinya. Ukhti punya pilihan untuk meninggalkan dia dan mencari laki-laki yang bisa menunggu ukhti hingga beberapa tahun, saat ukhti sadar bahwa ukhti belum siap mental untuk menjalin kehidupan rumah tangga.


Hak cipta : dilindungi oleh yang maha menciptakan

Mereka yang Kerjaannya Mencela, Tetaplah Tenang Dalam Kesabran

Ketika kamu dibenci, dicela, dan dihina sungguh kamu mempunyai pilihan untuk tetap baik-baik saja dengan terus mengabaikan mereka yang berlaku buruk kepadamu.

Lantas jika kamu terpancing untuk terpancing hal yang sama meski alasanmu membela diri, maka sungguh kamu telah buang-buang waktu.

Karena yang namanya pembenci atau seseorang yang hatinya busuk tidak akan pernah mau tahu bagaimana sisi baiknya kamu, karena yang mereka tahu hanya kebencian.

Senyumin Saja, Meski Benar Kamu Sakit Hati Karena Ulah Lisannya yang Tajam

Iya, sungguh buang-buang waktu saja ngeladenin mereka yang sukanya mencela, karena hanya bikin capek hati bila kamu tidak pandai-pandai mengabaikannya.


Jadi senyumin saja mereka yang selalu berujar kebencian kepadamu, meski nyatanya kamu sakit hati karena ulah lisannya yang tajam.

Sebab, jika kamu terfokus kepada kebencian mereka, maka pasti kebencian yang sama akan tumbuh di hatimu secara perlahan-lahan.

Buktikan Bahwa Kamu Tidak Sama Seperti Mereka, Dengan Terus Kendalikan Hatimu Dari Rasa Benci dan Dendam

Tetapi tidak jika kamu pandai mengatasinya dengan terus menjaga hatimu tetap tenang dengan kesabaran, karena kesabaran itulah yang akan menjadikanmu tetap kuat.

Jadi, buktika bahwa kamu tidak sama seperti mereka, buktikan bahwa kamu memiliki hati yang lebih kuat, dengan terus kendalikan hatimu dari rasa benci dan dendam meski benar telah terdzalimi.

Jangan Biarkan Hatimu Lunak Dengan Amarah, Karena Jika Demikian Kamu Tidak Ada Bedanya Dengan Mereka

Sesakit apapun kamu terhadap ucapan buruknya, jangan pernah kamu biarkan hatimu lunak dengan amarah, karena jika hal demikian kamu lakukan maka sungguh tidak ada bedanya kamu dengan mereka.

Tenanglah, setiap perlakuan buruk yang kamu terima dari orang lain telah Allah sediakan balasan terbaik, ntah itu pada sabarmu maupun ikhlasmu dalam menahan amarah.

Kendalikan Hatimu Dengan Bijaksana, Jangan Sampai Kamu Tergoda Untuk Berlaku Hal yang Sama

Oleh sebab itu, kendalikan hatimu dengan bijaksana, meski benar kamu telah di dzalimi oleh mereka yang selau menaruh kebencian terhadapmu.

Jangan sampai kamu tergoda melakukan hal yang sama, walau perasaan sakit seringkali menderu hati.

Karena Sayang Jika Waktumu Sia-Sia Hanya Untuk Melayani Perlakuan Dzalim Mereka

Sayangi dirimu, sayangi hidupmu, dan sayangi waktu yang telah Allah berikan. Karena sungguh sayang sekali jika waktu hidup yang Allah persembahkan kepadamu hanya digunakan untuk memupuk kebencian yang sama.


Sungguh sayang jika waktumu sia-sia hanya untuk melayani perlakuan bejad mereka yang sama sekali tidak pernah tahu bahwa pembalasan Allah itu nyata.




Rujukan: https://good4youdear.blogspot.com/2019/03/jangan-buang-waktumu-ngeladenin-mereka.html?m=1#

Jumat, 22 Maret 2019

Membanding-bandingkan


Keinginan untuk memiliki yang terbaik terkadang menutup mata seseorang sehingga tega membandingkan orang yang betul-betul mencintainya, dengan orang lain. Ketahuilah sahabatku, hal ini akan sangat menyakiti perasaan. karena semua orang pasti ingin dicintai apa adanya. 

Ketahuilah, sahabatku. Saat kamu membandingkannya dan menuntutnya untuk menjadi seperti orang lain, hal ini bukan membuatnya menjadi seperti yang Anda inginkan. Namun yang ada akan timbul celah untuk orang lain.
Dalam kondisi terluka ini. bisa saja dia bertemu dengan orang lain yang mampu menerima apa adanya. Bila sudah seperti ini. Bisa saja perpisahan terjadi. 
Sifat membandingkan memang ada dalam diri setiap manusia, namun tak seharusnya diucapkan secara langsung kepada orang yang kamu cintai. Bila Anda merasa bahwa ada kekurangan pada orang yang anda cintai.  carilah cara yang baik untuk mengungkapkannya. Seperti "kamu memang cantik tetapi akan semakin cantik bila...". Hal seperti ini justru akan memacunya untuk tampil lebih menarik.
Namun yang perlu diingat adalah kalau sudah memilihnya berarti kamu harus mencintai kekurangan dan kelebihannya. begitu pula sebaliknya dengan dia.

Makna Persahabatan


Bismillahirahmanirahim

Para Pembaca,,
tentu anda mempunyai sahabat tetapi tidak semua yang mempunyai sahabat. Memahami benar apa yang dinamai sahabat. Sahabat memang dari segi bahasa adalah Teman tetapi bukan semua teman dinamai sahabat adalah. Sahabat adalah anda dalam sosok yang lain,, yang lain itu anda walaupun sosoknya berbeda itu sebabnya orang berkata, Jika anda ingin mengenal seseorang, anda tidak perlu tanya Siapa dia, tetapi bertanyalah siapa sahabatnya.

Kita membutuhkan sahabat bukan saja sewaktu kita susah. Walau sahabat itu diukur ketulusannya, kejujurannya waktu kesusahan. Sekali lagi kita memerlukan sahabat bukan saja waktu kita susah tetapi juga waktu kita bergembira. Karena tidak ada gunanya kegembiraan jika hanya kita sendiri yang menikmatinya semakin banyak yang terlibat dalam kegembiraan. Semakin besar rasanya kebahagiaan dan semakin banyak yang terlibat dalam kesedihan semakin kecil kesedihan itu dipikul. Kita adalah makhluk sosial kita membutuhkan sahabat. Sekian banyak tuntunan dalam konteks persahabatan yang diberikan oleh agama atau budaya kita misalnya jika anda mencari sahabat jangan mencari sahabat seperti tukang las, jika anda Menemaninya kalau bukan baju anda terbakar oleh api nya, paling tidak anda akan mendapatkan aroma yang tidak sedap. Carilah sahabat yang bagaikan penjual parfum kalau anda tidak mendapatkan parfumnya paling tidak aroma harum akan anda dapatkan.

Sahabat, lebih kita cintai dari saudara, karena saudara baru kita cintai kalau dia menjadi sahabat kita. Kalau tidak menjadi sahabat pasti tidak akan kita cintai

Sahabatku..
Orang berkata tidak sempit lubang jarum bagi dua orang yang bersahabat, dan tidak luas di dunia ini bagi dua orang yang berseteru. Karena itu pesan mereka kalau Anda diajak untuk berpergian. Tanyalah lebih dahulu Siapa yang beserta anda, nanti setelah itu baru bertanya kemana akan pergi. Karena jika anda enggan pergi tetapi jika yang bersama anda adalah sahabat anda, anda akan pergi dan jika anda tidak akan pergi Tetapi dia adalah sahabat anda, anda pun pergi. Sebaliknya tidak demikian

😍
Ada tanda-tanda bagi seorang sahabat :
😊 yang pertama, Sahabat adalah yang paling sedikit basa-basinya terhadap anda, orang yang menyampaikan kepada anda kelemahan anda. Orang yang meluruskan kekeliruan anda itu tanda pertama orang yang wajar untuk diangkat menjadi sahabat
😊 yang kedua adalah yang bergembira Pada saat Anda gembira dan bersedih pada saat anda bersedih, Bukankah sahabat adalah anda pada sosok yang lain padahal yang lain itu adalah anda sendiri
😊 yang ketiga adalah yang tidak meremehkan hak Anda, Jangan menganggap bahwa dia adalah sahabat maka dapat diremehkan haknya. Tidak! Sahabat tidak meremehkan sahabat. Kalau tiga sifat ini telah terpenuhi oleh seseorang. Maka dialah yang wajar untuk dijadikan sebagai sahabat anda.

Ada peringatan agama Bahwa kelak di hari kemudian, bahwa semua persahabatan putus. Kecuali yang dijalin oleh ketakwaan.

" sahabat-sahabat kental di hari kemudian nanti akan menjadi musuh musuh, saling memusuhi kecuali yang bertakwa, sekian banyak Nanti di hari kemudian. Yang akan berucap : aduhai, seandainya dulu aku mengangkat si A menjadi sahabat dan tidak mengangkat Si B untuk menjadi sahabat, (azzuhruf : 67)

Demikian, semoga kita tetap bersahabat !

Sumber : Prof. Dr. M.Quraish Shihab