Menurut syariat Islam, kbitbah bukanlah suatu akad atau transaksi antara laki-laki yang meminang dengan perempuan yang dipinang atau pihak walinya. Khitbah
tidak lebih dari sekadar permintaan atau permohonann untuk menikah. Khitbah sudah sah dan sempurna hanya
dengan ungkapan permintaan, tanpa memerlukan yarat berupa jawaban pihak yang dipinang. Sedangkan,penerimaan kbitbab baru dianggap sah setelah ada ungkapan serah terima kedua belah pihak.
Ibarat orang hendak naik kereta api, kbitbah hanyab ermakna pesan tempat duduk agar tempat tersebut
tidak diduduki oleh orang lain. Khitbah merupakan lang-kah pertama menuju kehidupan berkeluarga. Seorang laki-laki yang menyukai perempuan, kemudian mereka menjalin sebuah hubungan khusus hanya untuk ber- senang-senang, hal ini sama sekali bukan langkah bertanggung jawab dalam menyusun rencana pernikahan.
Sebab, sesungguhnya, yang mereka lakukan tak lain hanyalah eksploitasi kesenangan syahwat; sama sekali
tak ada kaitannya dengan penyusunan langkah strategis
dan bertanggung jawab menuju ikatan pernikahan yang
suci dan diberkahi. Kalaupun ada janji, namun janji
tersebut bukan janji yang bisa dijadikan rujukan atau
pegangan dalam upaya menerus kan ke jenjang pernikahan.
Betapa banyak pasangan kekasih yang telah berpacaran dalam waktu lama, tiba-tiba memutuskan untuk berpisah dan mencari pasangan hidup sendiri-
sendiri. Apalagi, pasangan yang baru berpacaran setahun, dua tahun, atau hanya sebulan dua bulan.Memang ada janji yang mereka ucapkan, ada pula ikatan yang mereka ciptakan, namun betapa cepatnya
janji-janji di antara mereka diingkari dan ikatan diputuskan lagi. Hal ini menunjukkan betapa lemahnya
ikatan laki-laki dan perempuan yang tidak didasarik hitbah.
Rujukan : بوكو كو فنع اينكو دعن القران
zainalmasri
Minggu, 26 Januari 2020
Rabu, 22 Januari 2020
Di dalam Benci ada terselip Rindu.
Mungkin, kita senang membaca tulisan sajak2 orang2 terdahulu..
Terutama sajak itu sesuai dengan keadaan dan pengalaman kita..
Kali ini penulis ingin menghidangkan tentang "Di dalam Benci ada terselip Rindu."
Benci tapi rindu, sering di dengung-dengungkan. Tapi Mengapa 2 hal itu bisa bertemu y..?? Kalau enggan menjawab. Penulis dapat berkata jawabannya adalah CINTA. Krn para pakar berkata, cinta lah yang dapat menggabungkan 2 hal yang berlawanan.
Kembali ke tema,
Ada Rindu Terselip di tengah kebencian Yang di alami seseorang dalam kehidupan. Rindu itu cukup mampu Meredamkan segala kebencian
Walau masih ada percikan-percikan kebencian Yang tersimpan di hati.
Tapi, Rindu dan benci Selalu disematkan dihati kita Sebagai salah satu ujian
Mungkin saja utk tujuan menguji sejauh mana Kesabaran setiap hati manusia dalam mencintai.
...
***
Coretan ini, tulisan my sajak2 Rasa and analis untuk di kenang. Mhn maaf jika ada kesalahan..🙏👋
Selasa, 21 Januari 2020
Kisah seorang anak
Seorang Anak, menelpon Ayahnya yang tinggal pisah rumah dengan ibunya.
Pagi itu, Ibunya sakit dan tidak bisa mengantar Anaknya sekolah seperti biasanya.
Jarak sekolah 1 KM dari rumahnya, dan si Anak bertubuh lemah.
Pagi itu jam 06.00 si Anak menelpon Ayahnya :
Anak : "Ayah, antarkan aku sekolah."
Ayah : "Ibumu kemana?"
Anak : "Ibu sakit Ayah, tidak bisa mengantarkanku ke sekolah, kali ini Ayahlah antarkan Aku ke sekolah."
Ayah : "Ayah tidak bisa, Ayah nanti terlambat ke kantor, kamu naik angkot saja atau ojek."
Anak : "Ayah, uang Ibu hanya tinggal 10 ribu, Ibu sakit, kami pun belum makan pagi, tak ada apa-apa di rumah, kalau Aku pakai untuk ongkos, kasihan Ibu belum makan, juga Adik-adik nanti makan apa Ayah?"
Ayah : "Ya sudah kamu jalan kaki saja ke sekolah, Ayah juga dulu ke sekolah jalan kaki.
Kamu Anak laki-laki harus kuat."
Anak : "Ya sudah, terimakasih Ayah."
Si Anak mengakhiri telpon dengan Ayahnya.
Dihapusnya air mata di sudut matanya. Lalu berbalik masuk kamar, ketika Ibunya menatap wajahnya, dia tersenyum.
Ibu : "Apa kata Ayahmu, Nak?"
Anak : "Kata Ayah, iya Ibu. Ayah kali ini yang antar Aku ke sekolah."
Ibu : "Baguslah, Nak. Sekolahmu jauh, kamu akan kelelahan kalau harus berjalan kaki.
Doakan Ibu lekas sembuh ya, biar besok Ibu bisa antar kau ke sekolah."
Anak : "Iya Ibu, Ibu tenang saja, Ayah yang antar, Ayah bilang Aku tunggu di depan Gang supaya cepat Ibu."
Ibu : "Berangkatlah, Nak! Belajar yang rajin, yang semangat."
Anak : "Iya Ibu."
Tahun berganti tahun. Kenangan itu tertanam dalam ingatan si Anak.
Dia sekolah sampai pasca sarjana dengan biaya beasiswa. Setelah lulus, dia bekerja di perusahaan asing dengan gaji yang besar.
Dengan penghasilanya, dia membiayai hidup Ibunya, membantu menyekolahkan adik-adiknya sampai sarjana.
Satu hari, saat di kantor Ayahnya bertelpon.
Anak : "Ada apa Ayah?"
Ayah : "Nak, Ayah sakit. Tidak ada yang mengantarkan Ayah ke rumah sakit."
Anak : "Emang istri Ayah krmana?"
Ayah : "Sudah pergi Nak, sejak Ayah sakit-sakitan."
Anak : "Ayah, Aku sedang kerja. Ayah ke rumah sakit naik taxi saja."
Ayah : "Kenapa kamu begitu? Siapa yang akan urus pendaftaran RS dan lainya. Apa supir taxi? Kamu Anak Ayah, masa Ayah sakit, kamu tidak mau bantu mengurus?"
Anak : "Ayah, bukankah Ayah yang mengajarkan Aku mengurus diri sendiri? Bukankah Ayah yang mengajarkan Aku bahwa pekerjaan lebih penting daripada Istri sakit dan Anak?
Ayah, Aku masih ingat, satu pagi Aku menelpon Ayah minta antarkan ke sekolahku, waktu itu Ibu sakit, Ibu yang selalu antarkan kami anak-anaknya... Yang mengurus kami seorang diri, namun Ayah katakan Aku pergi jalan kaki.
Tubuhku lemah, sekolahku jauh, namun Ayah katakan Anak laki-laki harus kuat. Dan Ayah katakan Ayah pun dulu berjalan kaki ke sekolah, maka Aku belajar bahwa karena Ayah lakukan demikian maka Aku pun harus lakukan yang sama... Saat Aku sakit pun hanya Ibu yang ada mengurusku, saat Aku membutuhkan Ayah.
Aku ingat kata-kata Ayah, Anak laki-laki harus kuat.
Ayah tahu?
Hari itu pertama kali Aku berbohong kepada Ibu, Aku katakan iya Ayah yang akan antarkanku ke sekolah, dan meminta Aku menunggu di depan Gang.
Tapi Ayah tahu?
Aku jalan kaki seperti yang Ayah suruh, di tengah jalan Ibu menyusul dengan sepeda,,, Ibu bisa tahu Aku berbohong.
Dengan tubuh sakitnya Ibu mengayuh sepeda mengantarkan Aku ke sekolah.
Ayah mengajarkanku, pekerjaan adalah yang utama, Ayah mengajarkan Aku kalau Ayah bisa maka walaupun tubuhku lemah Aku harus bisa.
Kalau Ayah bisa ajarkan itu, maka Ayah pun harus bisa."
Si Ayah terdiam... Sepi di seberang telpon.
Baru disadarinya, betapa dalam luka yang ditorehkannya di hati Anaknya.
Pelajaran:
Anak adalah didikan orang tua,
Bagaimana kita bersikap, memperlakukan mereka kita sama saja sedang mengajarkan mereka bagaimana memperlakukan kita kelak ketika tua dan renta.
Si Anak dosa?
Mungkin...
Si Anak durhaka?
Barangkali...
Yang jelas Ayahnya yang membuat Anaknya demikian.
Dan kelak orang tua membuat pertanggungjawabannya masing-masing kepada Sang Khaliq, Yang Punya Anugerah yang dititipkan kepada masing-masing.
Menjadi orang tua bukan karena menanam benih atau karena melahirkan.
Menjadi orang tua, karena mengasuh, mendidik, menyayangi, memberi waktu, perhatian, mengayomi, mencurahkan perhatian dan kasih sayang.
Menjadi orang tua tidak ada kata pensiun...
Finishnya hanya kematian...
Rujukan:https://www.facebook.com/groups/464973100542779/permalink/1131638613876221/
Senin, 13 Januari 2020
Persahabatan
Persahabatan antar dua pihak atau lebih yang tidak berdasarkan nilai-nilai persahabatan dan kasih sayang yang luhur,
pasti akan berakibat putusnya hubungan itu dan ujungnya mereka menyesal dan saling bermusuhan-kalau bukan sejak di dunia ini
maka paling tidak di akhirat nanti
QS. al-Furqan : 28
وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا
"Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku)."
Qs. az-Zukhruf : 67.
الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.
Kelak di hari kemudian semua akan bersama siapa yang di kasihi dan dicintainya, karena itu pesan Nabi saw., "Pilih-pilihlah
Siapa yang menjadi sahabat dan kekasih kita.
pasti akan berakibat putusnya hubungan itu dan ujungnya mereka menyesal dan saling bermusuhan-kalau bukan sejak di dunia ini
maka paling tidak di akhirat nanti
QS. al-Furqan : 28
وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا
"Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku)."
Qs. az-Zukhruf : 67.
الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.
Kelak di hari kemudian semua akan bersama siapa yang di kasihi dan dicintainya, karena itu pesan Nabi saw., "Pilih-pilihlah
Siapa yang menjadi sahabat dan kekasih kita.
Langganan:
Komentar (Atom)