zainalmasri

Selamat datang di blog Coretan-coretan harian-Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya..Amiin ya Rabbal 'Alamiin.”Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS. Qaf :17)...

Sabtu, 28 Maret 2020

Moment Basiang Padi-Diam saja tapi dia butuh Cinta


Hari telah menunjukan pukul 10.00, entah kenapa selesai membuat lemari, kemudian sarapan pagi, Hati masih saja resah yang diliputi Rasa harap. Ada apa gerangan??
Menunggu Panggilan Harapam,..
Tapi..
???

Duduk sejenak, dan ku ambil Kunci motor, dan bawa peralatan, cangkul, sabik dan ladiang, disengaja, ku hidupkan motor dan dalam hitungan detik dan menit sampailah di sawah ku, di Durian Luncuang. Ternyata ada yang memanggil-manggil ku. Berkata "Aku berharap, aku butuh di cintai,Jangan biarkan aku semak, jangan biarkan aku layu, rawatlah, pupuklah aku"...

Brs..


JIKA WAKTU KU TINGGAL SEDETIK LAGI


Oleh: Zainal Masri
Kepala Madrasah Aliyah Swasta Tigo Nagari
Email :zainalzainalmasri@yahoo.co.id


Kamus besar bahasa Indonesia menjelaskan waktu adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada, atau berlangsung. Tidak seorangpun yang tau apa yang akan terjadi pada yang akan datang. Dari arti kebahasaan ini penulis dapat berkata waktu adalah rangkaian saat proses aktifitas apapun yang kita lalui baik yang berlangsung  kemaren, hari ini, maupun yang akan datang. Tetapi yang akan datang itu tidak ada yang tau, hari ini telah dijalani esok tak ada yang tau.
Tidak ada yang dapat membunuh seseorang kecuali sikap menyia-nyiakan waktu.. Dikatakan demikian  karena  Membuang-buangnya lebih bahaya dari kematian akibat virus Corona (Covid 19) seperti yang heboh sekarang ini. Kematian akibat virus Corona hanya memutus hubungan seseorang dengan dunia. Tapi jika seseorang menjual waktunya dengan harga murah bahkan membuang-buangnya, dia dapat memutus hubungan dengan sang Pencipta dengan segala manfaatnya.
Orang berkata “time is money” waktu adalah uang. 
Ungkapan itu benar. Tapi menurut hemat penulis tidak sepenuhnya benar. karena kalau benar waktu adalah uang, berarti dengan uang segala keinginan bisa diraih,  apa yang diinginkan bisa dibeli, jika belanja ke pasar ada uang ada barang lebih kurang maknanya demikian, tapi waktu..??
Perlu kita sadari Waktu itu lebih berharga daripada uang. Jika hari ini uang kita hilang Rp. 50.000 minsalnya, masih ada harapan besok ataupun lusa dapat lebih banyak lagi selagi masih ada hayat, tapi kalau waktu apabila terbuang sia-sia, jangan harap bisa ditarik kembali. Dia bagaikan anak pelor lepas dari bedilnya.
Ada lagi yang berkata manusia itu hidup hanya tiga hari saja yaitu hari kemaren, hari ini dan hari esok. Hari kemaren adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan dan hari esok adalah harapan. 
Pandangan penulis mengenai  ungkapan yang telah dihidangkan tersebut, mana yang milik kita?? Yang punya kita hanyalah hari ini, besok belum tentu jadi milik kita. Sebab sedetik saja,bahkan setengah detik setelah ini kita tidak tau apa yang akan terjadi. Siapa yang bisa menjamin seseorang masih bisa hidup bsok pagi?  
Itu makanya Jauh-jauh hari yang sang Pencipta waktu telah mengingatkan manusia agar memanfaatkannya. Dikatakan Nya bahwa manusia pada dasarnya benar-benar merugi. Yang beruntung adalah orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nnasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. Demikianlah lebih kurang firman Nya dalam Alquran surat Alasr.
Namun kalau kita layangkan pandangan jauh dan kita tukikan padangan dekat dari sekian banyak orang yang diberi waktu lapang kenapa masih banyak yang menyia-nyiakannya?? Kita mendengar seseorang berkata “Ya, nanti akan saya kerjakan. Nanti akan aku selesaikan. Menurut penulis tinggalkan dia, dan ketahuilah bahwa dia akan tetap tidak akan mengerjakannya.
Penulis sebagai Kepala sekolah di Madrasah Aliyah Tigo Nagari dan juga guru hafidz Alquran. Seringkali kali bertanya melalui secarik kertas yang tidak usah dituliskan namanya  kepada anak sebagai generasi muda penerus masa depan bangsa, apa yang menjadi kendala  ananda dalam menghafal Alquran? Banyak diantara mereka yang menjawab, tidak ada kendala dan masalah. saya akan menghafalnya nanti pak insyaallah. Ada yang menjawab saya sibuk bantu orang tua dirumah, tidak ada waktu saya, malas dan lain sebagainya. Demikianlah pengakuannya dengan jujur.
Sebagai seorang pendidik penulis hanya bisa bisa memberikan pemahaman, pengertian dan mengajak, Seandainya berlalu masa satu semester tetap juga tidak akan menghafal Alquran. Bayangkan ada waktunya hari ini untuk belajar tapi ditundanya nanti atau besok. Waktu libur disediakan tapi mereka akan  berkata “sekarang saya liburan sungguh saya memiliki hak untuk menenangkan pikiran. Begitulah seterusnya.
Lima atau sepuluh tahun yang akan datang kita akan mendengar, Banyak orang berkata menyesal saya dulu kenapa tidak rajin sekolah ketika muda dulu, ada waktu untuk belajar menulis dan berkarya tapi diri ini diam tak mau bergerak. Saya menyesal sekali.  Bahkan ada yang menyalahkan keadaan, saya tidak sekolah dulu karena miskin, pakaian ke sekolah itu ke itu saja. Makan saja susah. 
Seandainya waktu bisa di mundurkan kembali, mungkin mereka ingin mengulang kembali aktivitasnya yang dulu pernah disia-siakannya itu. Ingin mereka membangkitkan api semangatnya untuk berjuang kembali. Tapi sayang, mereka hanya akan mengharapkan kemustahilan.



Jika waktu ku Tinggal Sedetik Lagi
Dari Sisa-sisa waktu yang masih ada, Tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali memanfaatkannya. belajarlah dari kisah orang yang sukses terdahulu seperti kisah Nabi Muhammad SAW. Dalam 100 tokoh yang paling berpengaruh di dunia, nomor 1 adalah beliau, begitu dikatakan oleh Michael Hart.  Pak Habibi mengajarkan kita dalam bukunya “tak boleh lelah dan kalah” kalau bukan kita yang merubah dan memangun bangsa ini siapa lagi?  Artinya, kesuksesan tidak didapat dengan semudah membalikan telapaktangan.
Bahkan Muhammad Subhan pegiat literasi Sumatera Barat pernah berkata “bekerja di ujung deadline itu berisiko tapi juga punya kenikmatan tersendiri jika sukses menuntaskan misi. Konsekuensinya dua saja, gagal atau berhasil”
Penulis cukup mengagumi beliau yang begitu giat memberikan dan menggalakan budaya gemar menulis dan membaca, kutipan ulisan beliau yang penulis hidangkan tersebut adalah cemety, walaupun singkat tapi maknanya sangat dalam dan menjadi motifasi. Bagi penulis sendiri adalah sebuah motifasi dan seolah-olah beliau berkata Jangan pernah berhenti melakukan aktifitas-aktifitas positif guna mengukir prestasi. Tidak ada suatu perbuatan yang tanpanya resiko, Berbuatlah sesuai misi, jangan malu dan enggan untuk mencoba. Dengan kita berbuat tentu besar peluang suksesnya, minimalnya ada dua peluang, sukses atau gagal. Tapi jika malas mencoba peluangnya hanya satu saja “jelas gagal”.
Yang muda akan tua. Maka selagi manfaatkan untuk belajar dan berkarya supaya ketika datang waktu tua tidak menyesal.  Minimalnya menulislah! Agar orang tau bahwa kita pernah hidup di masa lalu. Walaupun kita tidak ada lagi di pentas dunia ini.
Di penghujung tulisan ini penulis ingin hidangkan agar kita ingat-mengingatkan untuk selalu berbuat yang terbaik sebagai apapun profesi kita, Hargailah waktu walaupun hanya sedetik bahkan setengah detik dengan memanfaatkannya. Marilah kita buktikan bahwa kita benar-benar mencintai diri, keluarga, masyarakat bangsa dan negara ini. tanyalah apa saja aktifitas positif yang sifatnya membangun yang sudah kita perbuat selama ini. Serta tidak usah bertanya apa saja yang telah kita terima selama ini. Hal ini penting bagi kita dalam menatap dan  menghadapi esok yang lebih baik di dunia maupun di akhirat.

Jumat, 13 Maret 2020

CORONA, Oleh: Zainal Masri

Peserta Berbakat

C, O, R, O, N, A
Covid 19
Virus mematikan...
Virus membahayakan.
Datang dari Kota wuhan
Who sedang berusaha agar obatnya ditemukan

Apa benar

Ya. Ya

Melihat
Berita di google dan di televisi
Sungguh mengerikan sekali
Meresahkan hati
Menghilangkan konsentrasi
Batuk sedikit panik segera merasuki
Belum ada korban sehat di obati.

Intinya adalah TAKUT MATI.
Walau mati adalah kepastian Ilahi.
Hanya Doa lah pemagar diri..

Bateh Batu, 2020

زينل ~ Peserta Lomba Puisi Tk. Sumatera

Zainal Masri


Puisi yg di baeakan: PADANGPANJANG 999
Karya: Sulaiman Juned (Padangpanjang)



di sini
ada cerita tentang wajah
kita mengambang sepanjang  lereng bukit dan gunung
rawatlah hati biar sombong pergi dari sukma. Mengubah
bara jadi api di kepala.

di sini
sedang meriwayatkan legenda
mengirimkan matahari, gerimis dan hujan
mengintip bulan sunyi di pikiran. Menghitung
sasnsai nyeri menyekap sedang rindu
terjaring di kulit 
daun.

di sini
membaca suka-sakit-bahagia-getir
walau kabut dan sepi menjemput. Membaca
diri lewat angina berdesur mengabarkan
resah menggoda jiwa sedang malam
menusukkan pekatnya
sampai ke ubun.

di sini 
malam dan siang menjamu debu
diperhidangan musim, tetap saja aku basuh
dengan cinta. Sedang gerimis
mengental di dada.
: Setiap kepak pasti terbang dan hinggap, Ah!

-Kampung Jambak, 2017

Penyerahan Piagam