zainalmasri

Selamat datang di blog Coretan-coretan harian-Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya..Amiin ya Rabbal 'Alamiin.”Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS. Qaf :17)...

Rabu, 22 April 2020

Marhaban ya Ramadhan


         السلام عليكم ورحمة الله وبر كاته
Alangkah Cepatnya Perjalanan Detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan Tahun. dibanding dengan Hadirnya usia kita.Tanpa terasa kita telah berada di penghujung bulan syaban 1441 H.

Rabbi..
Sesungguhnya Engkau memiliki Hak atas diri ku, dan aku memiliki kewajiban terhadap -Mu. Kewajiban dan dosaku, ku  mohon agar Engkau dapat mengampuninya, sedangkan hak Hamba-hamba Mu, yang setia kepada Mu, yang tidak ku penuhi, ku Mohon agar Engkau dapat mengambil alih, menjadikan mereka rela dan bersedia memaafkan ku.(*)

Ramadhan semakin dekat, sebelum hidup menutup Lembaran kisahnya.  saya Zainal Masri, Mengucapkan;

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1441 H. 
Mohon Maaf Lahir dan batin. 🙏
Semoga amal Ibadah kita diterima Oleh Nya. Amiin..

Selasa, 21 April 2020

BOSAN

Oleh: Zainal Masri

Bosan
Be     O    Es     A     En
Siapa engkau
Mengapa engkau datang lagi


Pergilah! 
Sikapmu tak dirindukan macam ini
Datangmu tak sedetik  tak juga semenit
Berjam-jam. Ah!

Bateh Batu, 2020

Minggu, 05 April 2020

CURAHAN HATI YANG LUKA


Penulis and editing : Zainal Masri

Terkadang Perasaan membuat mata menjadi buta . Namun dapat meraba getar yang terhalus. Melalui hati bisa tersentuh. Itukah cinta? atau mungkin rindu?

Cinta adalah bahagia dan derita, dia mampu membukakan mata hati. Sentuhan sedikit saja bisa mengakibatkan bayangan sepanjang hari. Percikan hangat dan berhasrat bagai gumpalan awan, kadang berpisah, kemudian menyatu, menimbulkan bayangan indah tersendiri.

  Cinta mampu membuat hujan lebat menjadi teduh. Bahkan anginpun tak kuasa bertiup, yang sakit menjadi sehat, seperti air yang terus mengalir dan tidak terbendung oleh apapun, sang waktu sekalipun.

Cinta bagaikan nyala lilin walaupun kecil, tapi sangat berarti dalam menerangi gelap gulitanya malam. Tapi jangan duga nyala yang kecil itu kalau tidak hati-hati mampu membakar dan menghabiskan apa saja.

Yakinlah, yang berhasil pasti akan merasakan kehangatan dari cinta itu. Tapi bagi yang gagal dalam menjalin benang  kasih asmara, tidak hanya di bohongi, tapi juga di khianati dan disakiti sampai menderita nestapa, berkujur air mata.

Beginilah awal kehidupan yang sangat pahit, sedih, sakit, air mata akan menjadi kawan dalam menelusuri hari-hari yang akan dilalui.

Layar yang cerah ini, ku coretkan kisahku "Hati yang sudah luka"

Sudah sekian lama kesetiaan aku dalam menunggumu, tapi penantianku hanyalah sia-sia.

Aku menyangka kamu orang baik, rajin ibadah,  dan pernah berjanji setia  untuk menjadikan aku sebagai pendamping hidupmu.

Tapi,
Setelah aku  tau bahwa dirimu memilih wanita lain karena dia adalah orang yang melebihi segala-galanya dariku. Kaya, serba ada, punya rumah mewah, cantik, sehingga kamu tega meninggalkan aku.

Masih ada di ingatanku kata-kata yang pernah diucapkan “adinda apapun yang terjadi abang janji tidak akan pernah meninggalkanmu, lihatlah tingginya gunung singgalang, tapi tak akan mampu melebihi tingginya cintaku padamu. "I Love you" . betapa dalamnya samudra india, lebih dalam lagi sayangku padamu. "I miss you" andai  bumi ini bergoncang dahsyat tapi cinta dan sayangku tidak akan pernah berubah,percayalah ..”

Kata-kata yang begitu indah dan mendatangkan semangat bagiku untuk tetap bekerja, berjuang setia menunggumu dengan sabar sampai kamu datang kerumah untuk melamarku.

Tapi akhirnya kata-kata yang manis dan lembut bagaikan madu itu, dalam waktu sekejab berubah menjadi sepahit sembilu yang mengiris-iris jantungku. Sungguh aku tidak pernah menduga bahwa kamu setega itu memperlakukan aku.

Sakit...sekali hati ini dan tidak bisa tertahankan, walaupun sudah terucap kata maaf dari bibir ini, tapi sulit untuk melupakan. Andai aku tak punya iman sedikitpun, mungkin tali lah penyudahan hidupku ini.

Tidak menyangka Kenapa dirimu tidak jujur saja padaku, kalau ternyata hatimu sudah ada orang lain yang mengisinya.

Begitu menderita hatiku karena dalamnya luka yang kau tusuk dan toreskan. Perihnya akan tetap aku bawa kemanapun pergi dalam menghadapi hari-hari yang penuh dengan pukulan batin.

Telah aku coba untuk melupakan, tapi dirimu tetap saja ada dalam ingatanku. satu hal yang perlu kamu ketahui ya, bahwa disetiap aktifitas dan perjalanan hidupmu,  ingatlah, akan ada rintihan, tangisan dan air mata yang tertinggal, namamu selalu hidup di jiwaku.

Sms, kata-kata,  serta tempat-tempat yang pernah kita kunjungi, akan tetap aku simpan sampai hingga nadi ini kehilangan denyutnya.

Selamat untuk kamu dengannya ya..
aku janji tidak akan mengganggu kebahagiaanmu lagi..

Pelajaran: Jangan Permainkan perasaan seseorang.

***
Diambil Dari Kisah perjalanan cinta  seseorang yang ingin menikah dan tapi  gagal.



Kamis, 02 April 2020

Resume materi Kiat Menulis Cerpen

*KELAS MENULIS ONLINE*
Kamis , 2 April 2020
Pukul 20.00 – 22.00 WIB
Moderator/Instruktur Pendamping: Muhammad Subhan
Instruktur Tamu: Rizqi Turama (Cerpenis, Dosen Sastra, Palembang)
Materi: Kiat Menulis Cerpen (Sesi Lanjutan)

*Biodata Instruktur Tamu:*

RIZQI TURAMA. Lahir 4 April 1990 di Palembang. Mengikuti _Workshop_ Cerpen _Kompas_ 2016 di _Borobudur Writer and Cultural Festival_. Ia sehari-hari dosen di FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Sriwijaya, Palembang. Sudah menerbitkan beberapa buku, di antaranya _Kampus Elite Berhantu_ (kumpulan cerpen), _Sniper: Operasi Bunuh Dili_ (novel).

Resume materi : Zainal Masri

Dalam menulis, perlu teman yang bisa memotifasi, karena berbagi energi positif dengan orang yang punya minat sama dengan kita. Waktu lagi down, mereka juga yang ngangkat. Biasanya gitu.
​penulis itu ibarat teko; dia akan mengeluarkan apa yang pernah Diisi.
​memungut ide ; selalu memodifikasi hal-hal yang terjadi di sekitar untuk jadi cerpen.  Contoh yang beliau hidangkan, Untuk cerpen Durian Ayah, misalnya, terinspirasi dari pohon durian di rumah. Ya pohon durian itu memang gak berbuah, sampe sekarang.  Saya sebel. Terus ngedumel dalam hati, "Kalau dia gak bisa berbuah di kenyataan, paling nggak, harus berbuah dalam cerpen."
​Beberapa teman memang bilang, "cerpenmu banyak mbunuh karakter."  Kemudian saya sadari, mungkin cara paling mudah mengakhiri cerita ya mbunuh karakternya
​Sebenarnya menulis kreatif beda-beda prosesnya tiap orang. Tapi yang jelas, ketika membuat kerangka, kita juga harus memikirkan 'motif' tokohnya. Kenapa tokoh A berbuat demikian. Harus ada alasan. Ini yang disebut unsur plausibilitas dalam karya.
​Ketika buntu dalam menulis,   jangan khawatir. Yang jelas hantam saja dulu apapun yang melintas. Jelek ya terserah. Yang penting tulisannya jadi dulu. Kalau tulisan sudah jadi, nanti kan bisa diedit. Kalau belum jadi, apa yang mau diedit? Kita sering terjebak dalam kegiatan menulis sambil ngedit. Itu yang sering bikin tulisan kita gak selesai-selesai.
​Saat malas muncul,  coba ingat lagi motivasi kita mulai menulis. Biasanya ini cukup ampuh. Kalau kurang ampuh, kita baca karya-karya orang lain yang bagus-bagus. Jadi semacam ada, "Waduh. Harus belajar lagi supaya bisa sebagus ini."
​meniru agar jangan plagiat. Meniru cara dia membangun cerita boleh asalkan jangan mejiplak.
​Dipenghujung materi beliau berpesan; Meulis itu proses. Nikmatilah! Menulis itu kata kerja. Kerjakanlah!

PE ER :
Menulis Sebuah Cerpen yang bermutu.