*KELAS MENULIS ONLINE*
Kamis , 2 April 2020
Pukul 20.00 – 22.00 WIB
Moderator/Instruktur Pendamping: Muhammad Subhan
Instruktur Tamu: Rizqi Turama (Cerpenis, Dosen Sastra, Palembang)
Materi: Kiat Menulis Cerpen (Sesi Lanjutan)
*Biodata Instruktur Tamu:*
RIZQI TURAMA. Lahir 4 April 1990 di Palembang. Mengikuti _Workshop_ Cerpen _Kompas_ 2016 di _Borobudur Writer and Cultural Festival_. Ia sehari-hari dosen di FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Sriwijaya, Palembang. Sudah menerbitkan beberapa buku, di antaranya _Kampus Elite Berhantu_ (kumpulan cerpen), _Sniper: Operasi Bunuh Dili_ (novel).
Resume materi : Zainal Masri
Dalam menulis, perlu teman yang bisa memotifasi, karena berbagi energi positif dengan orang yang punya minat sama dengan kita. Waktu lagi down, mereka juga yang ngangkat. Biasanya gitu.
penulis itu ibarat teko; dia akan mengeluarkan apa yang pernah Diisi.
memungut ide ; selalu memodifikasi hal-hal yang terjadi di sekitar untuk jadi cerpen. Contoh yang beliau hidangkan, Untuk cerpen Durian Ayah, misalnya, terinspirasi dari pohon durian di rumah. Ya pohon durian itu memang gak berbuah, sampe sekarang. Saya sebel. Terus ngedumel dalam hati, "Kalau dia gak bisa berbuah di kenyataan, paling nggak, harus berbuah dalam cerpen."
Beberapa teman memang bilang, "cerpenmu banyak mbunuh karakter." Kemudian saya sadari, mungkin cara paling mudah mengakhiri cerita ya mbunuh karakternya
Sebenarnya menulis kreatif beda-beda prosesnya tiap orang. Tapi yang jelas, ketika membuat kerangka, kita juga harus memikirkan 'motif' tokohnya. Kenapa tokoh A berbuat demikian. Harus ada alasan. Ini yang disebut unsur plausibilitas dalam karya.
Ketika buntu dalam menulis, jangan khawatir. Yang jelas hantam saja dulu apapun yang melintas. Jelek ya terserah. Yang penting tulisannya jadi dulu. Kalau tulisan sudah jadi, nanti kan bisa diedit. Kalau belum jadi, apa yang mau diedit? Kita sering terjebak dalam kegiatan menulis sambil ngedit. Itu yang sering bikin tulisan kita gak selesai-selesai.
Saat malas muncul, coba ingat lagi motivasi kita mulai menulis. Biasanya ini cukup ampuh. Kalau kurang ampuh, kita baca karya-karya orang lain yang bagus-bagus. Jadi semacam ada, "Waduh. Harus belajar lagi supaya bisa sebagus ini."
meniru agar jangan plagiat. Meniru cara dia membangun cerita boleh asalkan jangan mejiplak.
Dipenghujung materi beliau berpesan; Meulis itu proses. Nikmatilah! Menulis itu kata kerja. Kerjakanlah!
PE ER :
Menulis Sebuah Cerpen yang bermutu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar