zainalmasri

Selamat datang di blog Coretan-coretan harian-Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya..Amiin ya Rabbal 'Alamiin.”Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS. Qaf :17)...

Senin, 28 Oktober 2019

CINTA BAHASA INDONESIA YANG BAIK MENUJU INDONESIA EMAS 2045


(Pentingnya Berbahasa Indonesia Yang Baik Menuju Indonesia Emas 2045)
Oleh : Zainal Masri-Guru MTS Nagari Binjai


PENDAHULUAN
Diakui atau tidak Masalah bahasa merupakan masalah yang menurut hemat penulis sangat penting, menarik dan harus mendapat perhatian oleh setiap individu. Dikatakan penting karena bahasa menurut kamus besar bahasa indonesia berarti sistem lambang bunyi yang arbitrer (sewenang-wenang) yang digunakan untuk bekerjasama, berinteraksi dan mengindentifikasi diri (tanda pengenal diri) dalam bentuk percakapan yang baik, tingkah laku yang baik, sopan santun yang baik.
Gorys Keraf (2004:1), mengartikan bahasa adalah alat komunikasi anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.
Wibowo (2001:3) dalam zonareferensi.com, beliau mengartikan bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna yang dihasilkan oleh alat ucap yang bersifat arbitrer dan konvensional sebagai alat komunikasi oleh segolongan manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran.
Dilihat dari pengertian di atas, penulis dapat berkata bahwa bahasa adalah kata-kata yang diucapkan dari hasil pikiran dan perasaan manusia dengan mempergunakan bunyi sebagai alatnya.
Untuk mewujudkan hubungan yang harmonis serta terjalinnya kerjasama yang baik diantara kita. Sudahkah  kita mampu berbahasa dengan bahasa baik?  Masalah inilah yang perlu kita sikapi bersama terkusus untuk Indonesiaku tercinta dalam mewujudkan indonesia emas 2045.
Secara Khusus membahas tentang bahasa indonesia, bahasa indonesia merupakan alat komunikasi utama masyarakat indonesia yang sangat penting dan perlu mendapat perhatian yang serius bagi setiap orang indonesia itu sendiri. Karena bahasa indonesia adalah bahasa persatuan yang berfungsi untuk menyatukan kita sebagai masyarakat indonesia mulai dari sabang sampai Merauke dengan berbagai suku, adat istiadat bahasa daerah dan budaya yang beragam. Disamping bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, bahasa indonesia juga merupakan bahasa yang bertujuan untuk membuktikan kita cinta tanah air dalam rangka mewujudkan generasi emas 25 tahun yang akan datang. Kalau kita mampu dan mau membudayakan bahasa indonesia dengan baik, indonesia akan jaya, aman dan sejahtera serta di hargai oleh dunia.
Tetapi masih jauh harapan dengan kenyataan, Dalam kompasnia  disebutkan (25 September 2012) Sekarang ini bahasa Indonesia sudah mulai dilupakan oleh sebagian anak bangsa kita, termasuk di sekolah-sekolah mungkin sudah ada yang mewajibkan berbahasa ingris, karena menganggap bahasa ingris adalah bahasa internasional. Sehingga bahasa Indonesia tidak menjadi prioritas utama.
Hal inilah yang membuat hati penulis ingin berbagi untuk menjelaskan dan mengemukakan ide-ide bahwa kalau kita cinta dan ingin Indonesia ini menjadi indonesia emas 2045, salah satu upaya kita adalah dengan Cintailah Bahasa bangsa kita.

INDONESIA EMAS

Nastiti khadijah dalam sebuah artikel (14 Mei 2019) mengartikan indonesia emas adalah sebuah keadaan dimana saat itu indonesia diharapkan mampu bersaing dengan bangsa lain serta dapat menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan seperti korupsi dan kemiskinan. Indonesia emas diproyeksikan pada 100 tahun setelah indonesia merdeka sekitar tahun 2045.
Mugin Eddy Wibowo seorang guru besar universitas Negeri Semarang mempunyai pandangan yang berbeda, beliau lebih cendrung kepada bagaimana agar generasi emas indonesia ini kedepannya lebih dipersiapkan.
Tanggapan penulis :
 Menurut hemat penulis Indonesia emas adalah dambaan setiap kita yang mencintai indonesia ini. Untuk mewujudkan Indonesia emas ini, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan tergantung pada ,Cinta, kualitas, kopetensi, karakter dan loyalitas masyarakat indonesia itu sendiri terhadap bangsa masih rendah dalam banyak hal. Seperti dalam bidang pengabdian, bidang pendidikan, pembangunan, pertanian sampai kepada bidang kesehatan.


CINTA BAHASA INDONESIA
Kamus besar bahasa indonesia mengartikan Cinta adalah adalah suka atau kecendrungan hati terhadap sesuatu. Senada dengan pengertian ini Bapak Prof.Dr. Quraish Shihab menjelaskan cinta mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal positif.
Jadi dilihat dari defenisi di atas, kita bisa memahami bahwa salah satu yang menjadi penyebab pudarnya harapan Indonesia adalah dalam segala hal adalah minimnya cinta dalam kehidupan. Baik dalam hal-hal yang sifatnya kecil maupun dalam hal-hal yang lebih besar. Cinta hanya didendangkan dalam lagu tetapi wujud nyatanya tidak terlihat dalam kehidupan. Realita. Enulis katakan demikian karena itu terlihat dengan jelas pada banyaknya kasus-kasus yang terjadi di indonesia seperti terjadinya kasus kekerasan, mulai dari tingkat rumah tangga sampai kepada tingkat masyarakat luas.

Untuk itu Dalam mewujudkan indonesia emas 2045, cintailah segala sesuatu, lihatlah sisi positif dari segala sesuatu, cintailah diri dan keluarga kita, cintai tanah air kita, dan cintai bahasa bangsa kita.
Berkaitan dengan tema yang penulis angkat, penulis berasumsi bahwa Salah satu yang hilang dalam jati diri bangsa kita sekarang ini adalah warga negara kita kurang cinta dengan bahasa bangsanya sendiri yaitu Bahasa Indonesia. Penulis berani berkata demikian, karena berdasarkan bacaan dan pengalaman Penulis  sebagai anak bangsa indonesia. Penulis terlahir di provinsi Sumatera Barat tepatnya di kabupaten Pasaman , sebagai anak bangsa penulis melihat dan mendengar sebagian orang Indonesia lebih bangga berbicara dan menulis dengan bahasa asing daripada bahasa indonesia. Orang indonesia lebih senang menyebut istilah “I love Indonesia” daripada “aku cinta indonesia” lebih bangga menyebut “Try Out” dan Mid semester” daripada menyebut “uji coba dan tengah semester” dan masih ada saudara-saudara kita ketika berbicara 2 orang dengan bahasa-bahasa yang tidak dimengerti oleh teman nya yang lain itu sebagian kecil contoh nyata yang bisa kita angkat ke permukaan.
Idealnya seluruh rakyat indonesia harus cinta dan bangga dengan bahasa indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa, dan mewariskannya kepada anak cucu kita. Sudah saatnya kita indahkan kata-kata “aku cinta indonesia, aku bangga jadi orang indonesia, dan bahasa indonesia memang luar biasa.
Kitalah sebagai warga negara yang baik yang pertama sekali cinta dan bangga dengan bahasa indonesia sebagai bahasa bangsa kita. Bahasa indonesia telah memperkokoh persatuan bangsa Indonesia, hal ini senada dengan salah satu butir isi sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober1928 yang berbunyi “kami putra putri Indonesia, Berbahasa satu bahasa Indonesia”.
Jadi Bahasa indonesia memiliki  fungsi menyatukan antar wilayah dan antar suku yang tersebar di seluruh indonesia. pentingnya kesadaran dalam diri setiap individu untuk membangun bahasa indonesia  yang baik sepanjang kita masih berada di wilayah kesatuan republik Indonesia  merupakan salah satu harapan yang besar bagi kita masyarakat indonesia dalam mewujudkan Indonesia emas masa yang akan datang pada tahun 2045.
Penulis bukan Tidak  setuju dan tidak senang masyarakat indonesia belajar bahasa asing, tapi  jangan sampai dengan belajar bahasa asing mengalahkan kecintaan kita dengan bahasa indonesia.

Dalam agama kita juga di ajarkan “Cinta tanah air adalah bagian daripada iman” .Tanah air kita adalah Indonesia. Dapat kita katakan bahwa mencintai indonesia adalah bagian daripada Iman. Salah satu cara mencintai indonesia adalah dengan mencintai bahasa Indonesia.
Penulis yakin dan percaya jika kita benar-benar mencintai bahasa Indonesia, sebagai bahasa persatuan. Insyaallah Indonesia akan aman dan damai, kalau kita sudah bersatu kita bisa maju, kalau kita sudah bersatu, kita bisa kuat, kalau kita sudah kuat indonesia emas itu insyaallah bisa kita raih di masa yang akan datang. Mencintai bahasa indonesia sebagai bahasa bahasa persatuan bangsa kita, tidak tertutup kemungkinan bahasa indonesia akan menjadi bahasa Internasional 25 tahun yang akan datang. Bersatulah Indonesiaku, bersatulah negeriku, bersatulah semangatmu untuk membangun indonesia emas 2045 melalui cakap dalam berbahasa Indonesia


KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan dan analisa yang sudah penulis paparkan kesimpulannya adalah :
Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang sangat penting dibudayakan.
Bahasa Indonesia adalah jati diri bangsa kita
Untuk mewujudkan Indonesia emas 2045 bisa diraih jika masyarakat Indonesia cinta tanah airnya, salah satunya adalah cinta bahasa Indonesia

SARAN
Dengan adanya artikel ini, Harapan penulis kepada para pembaca adalah :
Pembaca bertambah ilmu dan wawasannya.
Mencintai Indonesia dengan mencintai bahasa Indonesia
Penulis mengajak Marilah kita buktikan kalau kita benar-benar mencintai negara dan daerah ini, tanyalah diri kita masing-masing, apa saja yang telah kita sumbangkan dan korbankan, tidak usah ditanya apa saja yang sudah diterima dari negara dan daerah ini.

Jumat, 18 Oktober 2019

Cinta itu...💝

my faforit book

Dalam berbagai literatur dan pendapat para pakar tentang cinta, saya belum menemukan definisi cinta yang sesungguhnya,, berbeda beda pendapatnya. Ttg cinta, tapi yang jelas Cinta itu,  mendorong seseorang untuk melakukan hal2 yang positif. 

Cinta, ada cinta kepada Allah, ada cinta kpd manusia. Bahkan kepada binatang dan tumbuh2 an. 

Adapun coretan ini, saya utarakan agar berhati2 dengan Cinta agar jangan sampai keliru dalam menempatkannya.

Mario teguh juga pernah berkata :

"Berhati-hatilah saat anda mendengar kata 'I Love You Forever'. Orang jujur pun bisa berubah pikiran. Cinta itu bukan untuk dijanjikan. Cinta itu untuk dibuktikan dalam kesetiaan."

Ungkapan tersebut ada benarnya, karena kita perlu hati hati dengan kata-kata, apalagi kata2 itu mengenai Cinta, tapi untuk membuktikan kita kata2 seperti itu harus disampaikan. jangan hanya dipendam. Tentunya dengan membulatkan tekad didalam hati untuk berjanji setia kepada yang kita cintai sebagai bukti dari cinta itu.



Mohon maaf kalau keliru. 







Rabu, 09 Oktober 2019

HUKUM MENGUCAPKAN SELAMAT ULTAH / MILAD

🎂 🎁

👉 *Ternyata Ulang Tahun TIDAK ADA Dalam Al Quran...  Tetapi Ada Dalam Injil Matius 14 : 6 Dan Injil Markus 6 : 21*

Mungkin kurangnya pengetahuan kita mengenai “ke-Aqidah-an“, masih banyak ummat Islam yang mengikuti ritual ini.

Apalagi gencarnya media televisi dan media massa lainnya mempublikasikan seremonialnya yang megah.

Ditambah lagi kebiasaan ini sudah jamak dan menjadi hal yang seakan-akan wajib apabila ada anggota keluarga, rekan atau sahabat yang memperingati hari lahirnya.

Dan tak kurang kelirunya sejak di Taman Kanak-kanak dan SD sudah diajarkan secara praktek langsung bahkan ada termaktub dalam buku-buku kurikulum mereka. Wallahu a’lam.

Semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka.

Pada masa-masa awal Nasrani generasi pertama (Ahlul Kitab / kaum khawariyyun / pengikut nabi Isa) mereka tidak merayakan Upacara Ulangwasallamamena mereka menganggap bahwa pesta ulang tahun itu adalah pesta yang munkar dan hanya pekerjaan orang kafir Paganisme.

Pada masa Herodeslah acara ulang tahun dimeriahkan sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 14:6;
*Tetapi pada HARI ULANG TAHUN Herodes, menarilah anak Herodes yang perempuan, Herodiaz, ditengah-tengah meraka akan menyukakan hati Herodes. (Matius 14 : 6)*

*Dalam Injil Markus 6:21*
*Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada HARI ULANG TAHUNNYA mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.* *(Markus 6:21)*

👉 *Look at the Bible, Matthew 14 : 6 and Mark 6:21;*
*celebrating of birthday is Paganism, and Jesus (Isa, peace be upon him) doesn’t to do it, but Herod.*

👉 *Matthew 14:6 :*
*"But when Herod’s birthday was kept, the daughter of Herodias danced before them, and pleased Herod."*

Orang Nasrani yang pertama kali mengadakan pesta ulang tahun adalah orang Nasrani Romawi..!!!

Beberapa batang lilin dinyalakan sesuai dengan usia orang yang berulang tahun. Sebuah kue ulang tahun dibuatnya dan dalam pesta itu, kue besar dipotong dan lilinpun ditiup.
*(Baca buku : Parasit Aqidah. A.D. El. Marzdedeq, Penerbit Syaamil, hal. 298)*

Sudah menjadi kebiasaan kita mengucapkan selamat ulang tahun kepada keluarga maupun teman, sahabat pada hari ULTAHnya. Bahkan tidak sedikit yang aktif dakwah (ustadz dan ustadzah) pun turut larut dalam tradisi jahiliyah ini.

Sedangkan kita sama-sama tahu bahwa tradisi ini
👉 *TIDAK PERNAH DIAJARKAN OLEH NABI KITA YG MULIA MUHAMMAD ﷺ*
dan kita ketahui Rasulullah adalah orang yang paling mengerti cara bermasyarakat, bersosialisasi, paling tahu bagaimana cara menggembirakan para sahabat-sahabatnya.

Rasulullah paling mengerti bagaimana cara mensyukuri hidup dan kenikmatannya.

Rasulullah paling mengerti bagaimana cara menghibur orang yang sedang bersedih.

Rasulullah adalah orang yang PALING MENGERTI CARA BERSYUKUR dalam setiap hal yang di dalamnya ada rasa kegembiraan.

Adapun tradisi ULANG TAHUN ini merupakan tradisi orang-orang Yahudi, Nasrani dan kaum pagan, maka Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk menyelisihinya.

👉 Apakah Rasulullah pernah melakukannya ?

👉 Apakah para sahabat Rasululah pernah melakukannya ?

👉 Apakah para Tabi’in dan Tabiut tabi’in pernah melakukannya ?

Padahal Herodes itu sudah hidup pada jaman Nabi Isa.

Apakah Rasulullah mengikuti tradisi ini ? Apakah 3 generasi terbaik dalam Islam melakukan ritual paganisme ini ?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,
“Sebaik-baik umat manusia adalah generasiku (sahabat), kemudian orang-orang yang mengikuti mereka (tabi’in) dan kemudian orang-orang yang mengikuti mereka lagi (tabi’ut tabi’in).”
(Muttafaq 'alaih)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda :
“Kamu akan mengkuti cara hidup orang-orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga jika mereka masuk kedalam lobang biawak kamu pasti akan memasukinya juga”. Para sahabat bertanya, ”Apakah yang engkau maksud adalah kaum Yahudi dan Nasrani wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: ”Siapa lagi jika bukan mereka?!”.

Rasulullah bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُم
ْ“ Man tasabbaha biqaumin fahua minhum”
(Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.”
( HR. Ahmad dan Abu Daud dari Ibnu Umar).

Allah berfirman;

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُم
ْOrang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
(QS. Al Baqarah : 120)

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran , pengelihatan, dan hati, semuannya itu akan diminta pertanggung jawabannya.
(QS. Al-Isra’:36)

“… dan kamu mengatakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikitpun juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.”
(QS. an-Nuur : 15)

Janganlah kita ikut-ikutan, karena tidak mengerti tentang sesuatu perkara. Latah ikut-ikutan memperingati Ulang Tahun, tanpa mengerti darimana asal perayaan tersebut.

Ini penjelasan Nabi tentang sebagian umatnya yang akan meninggalkan tuntunan beliau dan lebih memilih tuntunan dan cara hidup diluar Islam.

Termasuk juga diantaranya adalah peringatan perayaan ULTAH, meskipun ditutupi dengan label SYUKURAN, SELAMATAN atau ucapan selamat MILAD atau Met MILAD, BAARAKALLAHU FII UMRIK agar seakan-akan kelihatan lebih Islami.

Ingatlah ! Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasul shalallahu'alaihi wasallam.

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدّ
ٌ
“Barangsiapa beramal dengan suatu amalan yang “tidak ada perintah dari kami padanya” maka amalan tersebut TERTOLAK (tidak diterima oleh Allah).” [HR. Muslim]

Rasulullah, para sahabat, tabi’in dan tabiut tabi’in adalah orang yang PALING MENGERTI AGAMA ISLAM.

Mereka tidak mengucapkan dan tidak memperingati Ulang Tahun, walaupun mungkin sebagian manusia menganggapnya baik.

Pahamilah “Kaidah” yang agung ini;

لو كان خيرا لسبقون اليه

*“Lau Kaana Khairan Lasabaquuna ilaihi”*

*SEANDAINYA PERBUATAN ITU BAIK, MAKA MEREKA (RASULULLAH, PARA SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN) PASTI LEBIH DAHULU MENGAMALKANNYA.*

Karena mereka yg paling tahu tentang nilai sebuah kebaikan, daripada kita yang hidup di jaman sekarang ini.

Jika kita mau merenung apa yang harus dirayakan atau disyukuri
BERKURANGNYA usia kita?
Semakin dekatnya kita dengan KUBUR?
SUDAH SIAPKAH kita untuk itu?
Akankah kita bisa merayakannya tahun depan?

Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُون
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri MEMPERHATIKAN apa yang telah diperbuatnya UNTUK HARI ESOK (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)

Seorang muslim dia dituntut untuk MUHASABAH setiap hari, karena setiap detik yang dilaluinya TIDAK akan pernah kembali lagi sampai nanti dipertemukan oleh ALLAH pada hari penghisaban , yang tidak ada yang bermanfaat pada hari itu baik anak maupun harta kecuali orang yang menghadap ALLAH dengan membawa hati yang ikhlas dan amal yang soleh.

Jadi, alangkah baiknya jika tradisi jahiliyah ini kita buang jauh-jauh dari diri kita, keluarga dan anak-anak kita dan menggantinya dengan tuntunan yg mulia yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam...

Semoga Bermanfa'at...


🌴🌴🌴🌴

Dikutip dari Ibunda Dra. Hj. Khadijah,M.Pd-Kabur PAI UIN IB

Selamat Ultah

Ulang tahun adalah hari kelahiran seseorang, menandai hari dimulainya kehidupan di luar rahim. Dalam beberapa kebudayaan, memperingati ulang tahun seseorang biasanya dirayakan dengan mengadakan pesta ulang tahun dengan keluarga dan/atau teman biasanya acara ini biasa dilakukan oleh orang-orang non-muslim, namun saat ini banyak muslim yang ikut-ikutan merayakanya.

 Dalam agama Yahudi, Di dalam injil Alkitab Ibrani, satu-satunya isi yang menyebutkan perayaan untuk memperingati hari kelahiran seseorang adalah mengenai ulang tahun Firaun Mesir yang terekam dalam :

Kejadian 40:20 (TB)  Dan terjadilah pada hari ketiga, hari kelahiran Firaun, maka Firaun mengadakan perjamuan untuk semua pegawainya. Ia meninggikan kepala juru minuman dan kepala juru roti itu di tengah-tengah para pegawainya:

 Dalam agama Nasrani merayakan hari santo mereka, tapi para bangsawan merayakan ulang tahun kelahiran mereka. “Squire’s Tale” (Kisah Pengawal), salah satu dari The Canterbury Tales karya Chaucer, dibuka saat Raja Cambuskan menyatakan pesta untuk merayakan ulang tahunnya.[Margaret Hallissy (1995) A Companion to Chaucer’s Canterbury Tales]

Timbul pertanyaan apakah boleh mengucapkan Selamat Ultah??? Berdosakah???🤗

Sebelum membahas mengenai hukum mengucapkan selamat dan merayakan ulang tahun dalam Islam, maka alangkah baiknya kita mengetahui beberapa hakikat berikut ini:

1.Adat dan kebiasaan umat islam dari zaman Nabi shallallahu’alaihi wasallam, dan zaman salaf yang utama, tidaklah melakukan perayaan-perayaan seperti ini, bahkan para ulama semua mazhab zaman dahulu, sama sekali tidaklah mengenal istilah “perayaan ulang tahun” seperti ini. Bila Nabi sendiri atau para ulama salaf kita tidak memperingati maulid Nabi atau maulid mereka sendiri, maka tentunya kita lebih-lebih tidak perlu memperingati tanggal kelahiran kita sendiri, karena tentunya kelahiran Nabi, Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali dan semua salaf kita lebih utama daripada kelahiran kita semua.

2.Perayaan hari ulang tahun seperti ini merupakan kebiasaan orang-orang kafir yang diadopsi oleh umat islam. Umat islam harusnya menjaga identitas mereka sebagai umat yang tidak mengekor umat-umat lainnya dalam perkara agama dan ibadah mereka. Apalagi patokan utama hari raya ulang tahun ini adalah kalender Masehi yang nota bene bukan kalender syar’i dalam islam, ia adalah kalender buatan orang-orang kafir.

Dengan kedua hal ini, maka jelaslah bahwa merayakan ulang tahun bukanlah suatu hal yang masyru’, bahkan ia merupakan bentuk menyerupai perayaan orang-orang diluar islam yang kurang sesuai dengan  ajaran islam, kalau kita lakukan juga dikawatirkan  dalam hadis hasan:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031). Walllaahu a’lam.

Catatan dan analisa:

Adapun Hukum mengucapkan selamat Ultah, boleh, dengan catatan :

1. Kalau motifasinya utk kebaikan itu boleh.
2. Tapi klw bukan pada tempatnya, hanya sekedar sanjungan, pesta fora yg tdk tak ada gunanya,, kalau dikatakan dosa sih tidak. Tapi makruf saja..

Jadi sebagaimana halnya dengan ucapan selamat bila ia mendapatkan nikmat dan karunia lainnya,, asal disertai dengan doa keberkahan umur dan bertambahnya amalan shalih karena sekedar bertambahnya umur bukanlah suatu hal yang mengharuskan seseorang bergembira atau mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah ta’ala.

Wallaahu a’lam.

Sumber dari: https://wahdah.or.id/hukum-mengucapkan-selamat-dan-merayakan-ulang-tahun/

Hukum mengucapkan selamat Ultah.


1. Kalau motifasinya utk kebaikan itu boleh.
2. Tapi klw bukan pada tempatnya, hanya sekedar sanjungan, pesta fora yg tdk tak ada gunanya,, kalau dikatakan dosa sih tidak. Tapi makruf saja..




Dikutip dari: Penj ust.Adi.H dalam tanya jawab seputar hukum ultah.

Rabu, 02 Oktober 2019

Coretan2 Harian

Di wajah terlihat sorga, di hati siapa yang tau??😍🙏

Memilih Jodoh

 SAW Bersabda

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَكِيمٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُنْكَحُ النِّسَاءُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ


Artinya: Perempuan dinikahi karena empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka menangkanlah wanita yang mempunyai agama, engkau akan beruntung.

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, al-Nasa’i, Abu Dawud Ibn Majah Ahmad ibn Hanbal, dan al-Darimi dalam kitabnya dari sahabat Abu Hurairah ra.

Syarahan:
ada banyak faktor yang menjadi banyak pertimbangan seseorang dalam memilih pasangan hidupnya, bisa jadi karena kekayaannya, kecantikan dan ketampanannya, keturunannya, atau nilai-nilai agama yang di anutnya.

***.
harta, kekayaan, ketampanan dan kecantikan, keturunan, semuanya tidak akan langgeng, yang langgeng hanyalah nilai-nilai agama yang dipilih dan dianut. karena itu nabi berpesan, pilihlah berdasar keyakinan dan nilai-nilai agama.

***..
Cinta sebelum perkawinan, berbeda dengan cinta setelah perkawinan, cinta sebelum perkawinan masih tertutup (di dalam), belum ada keterbukaan, sedangkan cinta setelah perkawinan keluar dan akan nampak kekurangan-kekurangan seseorang, karena itu, tidak jarang terjadi pemutusan-pemutusan hubungan kendati, sebelum menikah telah bercinta.

***..
jangan pernah meninggalkan nilai-nilai agama, carilah persamaan-persamaan, yang dapat melanggengkan perkawinan anda, tidak sejak dini telah terjadi perbedaan-perbedaan antara anda dengan nya.

Syarahan dikutip dari: Prof. Dr. M. Quraish Shihab

Selasa, 01 Oktober 2019

Lelah dan harap 021019

Setelah 2 setengah jam menempuh perjalanan pasaman-padang, istirahat sejenak menikmati sarapan pagi nasgor.
Coretan2 :
Ada kalanya hati terkadang jenuh dan lelah saat terus belajar dan belajar. Di rumah, belajar lagi. 
Mari rehat sejenak, kita renungkan nasehat orang Tua2 kita terdahulu,
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup baru terasa setelah lelah berjuang
Singa, jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah, jika tak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Biji emas bagaikan tanah sebelum digali dari tambang
Inilah yg memotifasi sehingga
 Timbulah harapan di dalam hati,, walau hujan,  perjalanan jauh dari rumahnya untuk menuntut ilmu. Gunungpun akan tetap didaki, lautan pun akan diseberangi. Untuk menggapai pulau impian itu.
“ Kapankah engkau akan beristirahat?“ Nanti, istirahatku ketika kakiku telah menapak di surga.”
Terus berlelah-lelah berjuang mendapatkan ilmu agar semakin menjadi hamba-Nya yang bertakwa. Ya, agar lelah ini berujung pada ridha-Nya, berbuah jannah-Nya.