zainalmasri

Selamat datang di blog Coretan-coretan harian-Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya..Amiin ya Rabbal 'Alamiin.”Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS. Qaf :17)...

Rabu, 09 Oktober 2019

Selamat Ultah

Ulang tahun adalah hari kelahiran seseorang, menandai hari dimulainya kehidupan di luar rahim. Dalam beberapa kebudayaan, memperingati ulang tahun seseorang biasanya dirayakan dengan mengadakan pesta ulang tahun dengan keluarga dan/atau teman biasanya acara ini biasa dilakukan oleh orang-orang non-muslim, namun saat ini banyak muslim yang ikut-ikutan merayakanya.

 Dalam agama Yahudi, Di dalam injil Alkitab Ibrani, satu-satunya isi yang menyebutkan perayaan untuk memperingati hari kelahiran seseorang adalah mengenai ulang tahun Firaun Mesir yang terekam dalam :

Kejadian 40:20 (TB)  Dan terjadilah pada hari ketiga, hari kelahiran Firaun, maka Firaun mengadakan perjamuan untuk semua pegawainya. Ia meninggikan kepala juru minuman dan kepala juru roti itu di tengah-tengah para pegawainya:

 Dalam agama Nasrani merayakan hari santo mereka, tapi para bangsawan merayakan ulang tahun kelahiran mereka. “Squire’s Tale” (Kisah Pengawal), salah satu dari The Canterbury Tales karya Chaucer, dibuka saat Raja Cambuskan menyatakan pesta untuk merayakan ulang tahunnya.[Margaret Hallissy (1995) A Companion to Chaucer’s Canterbury Tales]

Timbul pertanyaan apakah boleh mengucapkan Selamat Ultah??? Berdosakah???🤗

Sebelum membahas mengenai hukum mengucapkan selamat dan merayakan ulang tahun dalam Islam, maka alangkah baiknya kita mengetahui beberapa hakikat berikut ini:

1.Adat dan kebiasaan umat islam dari zaman Nabi shallallahu’alaihi wasallam, dan zaman salaf yang utama, tidaklah melakukan perayaan-perayaan seperti ini, bahkan para ulama semua mazhab zaman dahulu, sama sekali tidaklah mengenal istilah “perayaan ulang tahun” seperti ini. Bila Nabi sendiri atau para ulama salaf kita tidak memperingati maulid Nabi atau maulid mereka sendiri, maka tentunya kita lebih-lebih tidak perlu memperingati tanggal kelahiran kita sendiri, karena tentunya kelahiran Nabi, Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali dan semua salaf kita lebih utama daripada kelahiran kita semua.

2.Perayaan hari ulang tahun seperti ini merupakan kebiasaan orang-orang kafir yang diadopsi oleh umat islam. Umat islam harusnya menjaga identitas mereka sebagai umat yang tidak mengekor umat-umat lainnya dalam perkara agama dan ibadah mereka. Apalagi patokan utama hari raya ulang tahun ini adalah kalender Masehi yang nota bene bukan kalender syar’i dalam islam, ia adalah kalender buatan orang-orang kafir.

Dengan kedua hal ini, maka jelaslah bahwa merayakan ulang tahun bukanlah suatu hal yang masyru’, bahkan ia merupakan bentuk menyerupai perayaan orang-orang diluar islam yang kurang sesuai dengan  ajaran islam, kalau kita lakukan juga dikawatirkan  dalam hadis hasan:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031). Walllaahu a’lam.

Catatan dan analisa:

Adapun Hukum mengucapkan selamat Ultah, boleh, dengan catatan :

1. Kalau motifasinya utk kebaikan itu boleh.
2. Tapi klw bukan pada tempatnya, hanya sekedar sanjungan, pesta fora yg tdk tak ada gunanya,, kalau dikatakan dosa sih tidak. Tapi makruf saja..

Jadi sebagaimana halnya dengan ucapan selamat bila ia mendapatkan nikmat dan karunia lainnya,, asal disertai dengan doa keberkahan umur dan bertambahnya amalan shalih karena sekedar bertambahnya umur bukanlah suatu hal yang mengharuskan seseorang bergembira atau mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah ta’ala.

Wallaahu a’lam.

Sumber dari: https://wahdah.or.id/hukum-mengucapkan-selamat-dan-merayakan-ulang-tahun/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar