Penulis and editing : Zainal Masri
Terkadang Perasaan membuat mata menjadi buta . Namun dapat meraba getar yang terhalus. Melalui hati bisa tersentuh. Itukah cinta? atau mungkin rindu?
Cinta adalah bahagia dan derita, dia mampu membukakan mata hati. Sentuhan sedikit saja bisa mengakibatkan bayangan sepanjang hari. Percikan hangat dan berhasrat bagai gumpalan awan, kadang berpisah, kemudian menyatu, menimbulkan bayangan indah tersendiri.
Cinta mampu membuat hujan lebat menjadi teduh. Bahkan anginpun tak kuasa bertiup, yang sakit menjadi sehat, seperti air yang terus mengalir dan tidak terbendung oleh apapun, sang waktu sekalipun.
Cinta bagaikan nyala lilin walaupun kecil, tapi sangat berarti dalam menerangi gelap gulitanya malam. Tapi jangan duga nyala yang kecil itu kalau tidak hati-hati mampu membakar dan menghabiskan apa saja.
Yakinlah, yang berhasil pasti akan merasakan kehangatan dari cinta itu. Tapi bagi yang gagal dalam menjalin benang kasih asmara, tidak hanya di bohongi, tapi juga di khianati dan disakiti sampai menderita nestapa, berkujur air mata.
Beginilah awal kehidupan yang sangat pahit, sedih, sakit, air mata akan menjadi kawan dalam menelusuri hari-hari yang akan dilalui.
Layar yang cerah ini, ku coretkan kisahku "Hati yang sudah luka"
Sudah sekian lama kesetiaan aku dalam menunggumu, tapi penantianku hanyalah sia-sia.
Aku menyangka kamu orang baik, rajin ibadah, dan pernah berjanji setia untuk menjadikan aku sebagai pendamping hidupmu.
Tapi,
Setelah aku tau bahwa dirimu memilih wanita lain karena dia adalah orang yang melebihi segala-galanya dariku. Kaya, serba ada, punya rumah mewah, cantik, sehingga kamu tega meninggalkan aku.
Masih ada di ingatanku kata-kata yang pernah diucapkan “adinda apapun yang terjadi abang janji tidak akan pernah meninggalkanmu, lihatlah tingginya gunung singgalang, tapi tak akan mampu melebihi tingginya cintaku padamu. "I Love you" . betapa dalamnya samudra india, lebih dalam lagi sayangku padamu. "I miss you" andai bumi ini bergoncang dahsyat tapi cinta dan sayangku tidak akan pernah berubah,percayalah ..”
Kata-kata yang begitu indah dan mendatangkan semangat bagiku untuk tetap bekerja, berjuang setia menunggumu dengan sabar sampai kamu datang kerumah untuk melamarku.
Tapi akhirnya kata-kata yang manis dan lembut bagaikan madu itu, dalam waktu sekejab berubah menjadi sepahit sembilu yang mengiris-iris jantungku. Sungguh aku tidak pernah menduga bahwa kamu setega itu memperlakukan aku.
Sakit...sekali hati ini dan tidak bisa tertahankan, walaupun sudah terucap kata maaf dari bibir ini, tapi sulit untuk melupakan. Andai aku tak punya iman sedikitpun, mungkin tali lah penyudahan hidupku ini.
Tidak menyangka Kenapa dirimu tidak jujur saja padaku, kalau ternyata hatimu sudah ada orang lain yang mengisinya.
Begitu menderita hatiku karena dalamnya luka yang kau tusuk dan toreskan. Perihnya akan tetap aku bawa kemanapun pergi dalam menghadapi hari-hari yang penuh dengan pukulan batin.
Telah aku coba untuk melupakan, tapi dirimu tetap saja ada dalam ingatanku. satu hal yang perlu kamu ketahui ya, bahwa disetiap aktifitas dan perjalanan hidupmu, ingatlah, akan ada rintihan, tangisan dan air mata yang tertinggal, namamu selalu hidup di jiwaku.
Sms, kata-kata, serta tempat-tempat yang pernah kita kunjungi, akan tetap aku simpan sampai hingga nadi ini kehilangan denyutnya.
Selamat untuk kamu dengannya ya..
aku janji tidak akan mengganggu kebahagiaanmu lagi..
Pelajaran: Jangan Permainkan perasaan seseorang.
***
Diambil Dari Kisah perjalanan cinta seseorang yang ingin menikah dan tapi gagal.
Di paragraf pertama, kata tapi jangan ada di awal kalimat. tapi itu digunakan di tengah kalimat.Untuk di awal kalimat, gunakan kata "Namun".
BalasHapusKeren nih. Semoga selalu semangat berkarya. Salam Literasi
☕☕
HapusTerimakasih koreksinya kakanda, siap di perbaiki. Salam Sukses juga..