zainalmasri

Selamat datang di blog Coretan-coretan harian-Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya..Amiin ya Rabbal 'Alamiin.”Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS. Qaf :17)...

Sabtu, 12 Desember 2020

Rembulan yang ditakdirkan Nya.


Wahai Rembulan, aku ingin menggapai sorga Nya bersamamu. Sebelum kita lahir, mungkin Tuhan telah memilihkan untuk kita yang terbaik. "Bagaimana itu bisa terjadi ya Allah?" ujar hati kita berbisik sambil berdoa. "Ku satukan hati  kalian berdua, berjodoh"  kata Nya, dengan mengabulkan doa dua insan ini. 

Zainal & Sabrina😍❤

Jumat, 04 Desember 2020

 Nomor       : Istimewa                                                 Padang Alay, 16 Februari 2015

Lampiran   : 1 (satu) berkas
Perihal       : Mohon Bantuan Beasiswa

Kepada Yth.
Bapak Pengurus BAZNAS
Di
     Kab.Padang Pariaman



Dengan hormat,
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama                                : Nazib Fadri
Tempat/ Tanggal Lahir   : Balai Naras / 10 Mei 1991
Alamat                              : Padang Alay
Progam Studi                   : Pendidikan Teknik Elektro
Pendidikan                       : Semester  (Tahun Akademik 2014/2015)
                                            Universitas Negeri Padang
No .Hp                              : 081266456582

Dengan ini memohon kepada Bapak untuk dapat kiranya memberikan beasiswa untuk pendidikan Strata 1 (S.1) di jurusan Teknik Elektro Program Studi Pendidikan Teknik Elektro di Universitas Negeri Padang.
Sebagai bahan pertimbangan bagi Bapak, maka saya lampirkan :
1.      Foto Copy KTP
2.      Foto Copy KK
3.      Surat Keterangan Aktif Kuliah
4.      Surat Keterangan Tidak Mampu
5.      Lembar Hasil Studi (LHS)

Demikianlah permohonan ini dibuat dengan sebenarnya, dengan harapan Bapak/ibu berkenan untuk mengabulkannya. Atas bantuan Bapak/ibu , saya ucapkan terima kasih.

Hormat Saya,
Pemohon


Nazib Fadri
NIM 16368.2010




PROPOSAL
MOHON BANTUAN DANA PENDIDIKAN PROGRAM SARJANA STRATA 1 (S1)
UNIVERSITAS NEGERI PADANG

A.     Dasar Pemikiran
Mahasiswa sebagai insan cendikia mempunyai dua peranan penting, yaitu sebagai agent of change dan social of control di tengah masyarakat. Di masa krisis yang telah menimpa bangsa, kita berharap pada mahasiswa yang meruakan elit minority yang diharapkan merubah perjalanan suatu bangsa ke arah yang lebih baik. Berbagai krisis yang terjadi merupakan tanggung jawab generasi muda untuk merubahnya. Mahasiswa merupakan generasi muda yang tertantang untuk mengadakan perubahan berbagai aspek kehidupan, baik perubahan dalam bidang perekenomian, sosial budaya maupun sistem pemerintahan.
Untuk keluar dari krisis yang membelenggu bangsa ini, dibutuhkan upaya maksimal dari berbagai pihak. Tugas ini tidak sepenuhnya dipikul oleh mahaiswa, tetapi merupakan tugas bersama, masyarakat dan pemerintah yang bekerja sama untuk mewujudkan kehidupan yang dinamis. Proses regenerasi berikutnya dan untuk bangkit membutuhkan waktu lama dan energi yang banyak.
Kualitas pendidikan yang ditempuh seseorang mempunyai korelasi yang sangat erat dengan kemjuan suatu bangsa. Lembaga yang bersifat benefit dan memiliki manajemen yang bagus serta terorganisasi secara sistematis akan dapat menghasilkan SDM yang berkualitas, ini merupakan produk sekaligus akan menjadi aset daerah yang harus di dukung dan diberikan stimulus untuk dapat melakukan pengembangan ke arah yang akhirnya akan membawa kemajuan terhadap daerah itu sendiri.
Hari ini sejalan dengan prinsip yang terdapat dalam UU No. 2 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, dimana setiap daerah harus berkompetensi skill dan ilmu pengetahuan yang memadai untuk dapat menghasilkan SDM berkualitas.
Niat hati yang tulus untuk mengabdi kepada daerah tercinta, untuk dapat mewujudkan pengabdian tersebut dibutuhkan kematangan dibangku perkuliahan atau perguruan tinggi. Untuk dapat menyelesaikan pendidikan juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit, maka dari itu saya memberanikan diri untuk mengajukan proposal permohonan bantuan beasiswa yang digunakan sebagai biaya pendidikan pada program S1 Pendidikan Teknik Elektro di Universitas Negeri Padang.
Sejalan dengan ituprogram pendidikan sebagai salah satu bagian dari lembaga pendidikan tinggi di lingkup pendidikan formal, juga membutuhkan kesungguhan dan dana yang tidak sedikit pula dalam rangka membentuk diri menjadi manusia yang berkualitas sehingga dapat menjadi aset daerah yang diperhitungkan.
Akhirnya, besar harapan sayaBapak/ibu terima dan mengabulkan permohonan saya untuk membantu meringankan beban orang tua dan menanggulangi beban finansial yang dihadapi. Dan pada kesempatan ini saya mohon dukungan moril dan materil dari berbagai pihak agar apa yang saya harapkan bisa tercapai. Atas partisipasi dari Bapak dan berbagai pihak saya ucapkan terima kasih.
B.      Tujuan
Adapun tujuan permohonan harus menyelesaikan Strata 1 (S1) Program Studi Pendidikan Teknik Elektro  adalah :
  1. Menyelengarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang Pendidikan Teknik Elektro ; Pembangkit Tenaga Listrik, Distribusi tenaga Listrik, Transmisi Tenaga Listrik, Instalasi Tenaga Listrik, dan Teknik Otomasi Industri untuk menghasilkan tenaga kependidikan teknologi dan kejuruan pada lembaga pendidikan; instruktur pada pusat pendidikan dan pelatihan yang profesional; dan tenaga kerja teknisi ahli untuk dunia industri skala menengah dan besar.
  2. Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran berbasis  teknologi informasi untuk lembaga pendidikan dasar sampai pendidikan menengah umum.
  3. Mengembangkan berbagai strategi/pendekatan pembelajaran keterampilan psikomotor mulai pendidikan dasar, menengah dan perguruan tinggi.
  4. Menghasilkan   lulusan   profesional   yang   mampu   mengembangkan    ketrampilan teknis secara mandiri sesuai dengan pengetahuannya
  5. Menghasilkan  lulusan  profesional  yang  mampu  menyesuaikan  diri  dengan  kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan berjiwa wirausaha.
  6. Menghasilkan  karya-karya  ilmiah yang berwawasan  nasional mapun global dan berdaya guna bagi masyarakat.
  7. Menerapkan  pengetahuan  Teknik Elektro dalam mengatasi  permasalahan  yang ada di Masyarakat
8.       Membantu meringankan beban orang tua yang kesulitan akan finansial dan punya kemampuan akademik serta kemampuan yang tinggi untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, sehingga nantinya dapat mengurangi angka kemiskinan di kabupaten Padang Pariaman.

9.      Anggaran Pendidikan
Adapun anggaran dana yang dibutuhkan dalam perkuliahan dengan perincian sebagai berikut :
1.      Biaya SPP                                                              Rp.      900.000,-
2.      Kebutuhan sehari-hari  selama  6  bulan             Rp.   1.000.000,-
3.      Bantuan Trasportasi dari Lantak Mingkudu
 ke Padang selama 6 bulan                                   Rp .     900.000,-
4.      1 Buah Laptop ASUS                                                Rp.  5.000.000,-
5.      Mesin Printer                                                        Rp.  1.000.000,-
6.      Kertas HVS dan  Alat Tulis                                    Rp.        300.000,-
7.      Biaya Skripsi                                                         Rp.     500.000,-
8.      Sepatu  1 pasang                                                  Rp.     120.000,-
Jumlah                    Rp.  9.720.000,-
Terbilang : Sembilan Juta Tujuh Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah


10.  Penutup

Demikianlah Proposal Bantuan Dana ini saya buat, besar harapan saya Bapak/Ibu dapat membantu. Atas perhatian dan bantuan yang Bapak/Ibu berikan, saya ucapkan terima kasih dan semoga menjadi amal ibadah diterima disisi Allah SWT. Billahitaufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Mengetahui,
Wali Nagari Padang Alay


Sutarman


 
Lantak Mingkudu30 Januari 2015
Wali Nagari Padang Alay                                                                             
Pemohon


  Faisal Mansyah, S.Ap                                                                         Nazib Fadri, C.S.Ap
                                 BP/NIM. 16368.2010

Diketahui,
Camat Padang Alay


______Deri Poernama, S.Keb_____
NIP. ……1922313154808

Kamis, 03 Desember 2020

 


1. tanda baca fatah dalam Alquran  berbunyi Suara ….

خ

Dal Dammah, Dal Dammah dan Kaf Sukun dibaca …

a. menipu

b. duduk

c. dadak

Arti kata Al-Malik adalah …

a. paling tinggi

b. Yang penyayang

c. Penyayang

Allah memberi kita makanan, karena Allah …

a. dgn penuh kasih sayang

b. Esa

c. Sang pencipta

Malikinnas berarti ….

a. orang

b. pria sempurna

c. raja manusia

Tuhan adalah tempat untuk memohon ….

a. uang

b. pekerjaan

c. pertolongan

Memberi Tuhan biasanya disebut sebagai …

a. kebahagiaan

b. keuntungan

c. senang

Di bawah Asmaul Husna adalah ….

a. Ar-Rahman

b. asbabun

c. An-Nas

Kita wajib menyembah …

a. Allah

b. seorang malaikat

c. rasul

Orang-orang yang beriman dan melakukan perbuatan baik, Allah akan …

a. cinta

b. membenci

c. Pegang dendam

Tuhan mencintai anak-anak yang …

a. berdoa dengan malas

b. suka membaca

c. suka berbohong

Jika kita memiliki kekayaan berlebih, mari kita …

a. banyak makanan ringan

b. Berikan sedekah

c. suka bermain

Selain berdoa, kita juga harus …

a. memimpikan

b. tenanglah

c. mencoba

Mushrik berarti ….

a. Hubungkan mitra dengan Tuhan

b Percaya pada para malaikat

c. Orang-orang patuh

Yang tidak boleh Anda lakukan saat buang air kecil adalah …

a. dilakukan di tempat tertutup

b. baca Alquran

c. Sirami kotorannya

Kerendahan hati identik dengan ….

a. sombong

b. Tawaduk

c. kepercayaan

Hidup sederhana dapat menjauhkan kita dari …

a. Ria ‘

b. Tawaduk

c. kehamba-hambaan

Rabu, 02 Desember 2020

🚶


Sunyi..., sebab angin  sejuk sering enggan tak bebas bertiup.  "Siapkanlah  diri untuk turun, menuju pendakian lain yang di atasnya ada telaga2 air berkah yang dapat mengurangi rasa haus, Terkabulah! Andai  harus terjatuh, biarlah terjatuh di tumpukan jerami" Ujar hati sang pejuang berbisik dalam tulisan. 

3 Desember 2020


Senin, 10 Agustus 2020

 Cinta tapi Durhaka

Oleh: Zainal Masri


Aku Sabri (nama samaran). Ketika Aku hendak menyelesaikan tulisan ini, sementara teman-teman aku tertawa sinis. Mereka ada yang mennganggap aku diam-diam sudah pandai pula bercinta.

"Anda saya kenal, Seorang Dai mau menulis tentang Cinta, sudah pandai pula ya, pacaran, terbalik dunia," celotehan mereka dengan cemooh.

Aku cukup tergelitik dengan cemoohan mereka yang berkata seperti itu, karena seolah-olah mereka menganggap dan menjadikan pacaranlah sebagai prestasi pencapaian hidup bahagia. Tidak pandai pacaran, dianggap tidak laku, tidak gaul dan tidak keren. Padahal persoalan laku, gaul, keren tidak diukur dengan seberapa banyak wanita atau laki-laki yang sudah di pacari.


Untuk menjawab celotehan mereka, aku ingin menghidangkan secercah goresan bisikan hatiku. Sebagai seorang anak muda gaul, mandiri dan berani berkata "inilah aku!" 

"Orang boleh berceloteh apa saja, tapi kenyataan, Pacaran tak pernah ku dambakan" jawab dengan tersenyum kepada teman-temanku. 

****

Sebagai insan yang fitrah  perasaan Cinta tentu ada, apalagi dikala usia sudah cukup matang untuk mewujudkannya ke jenjang pernikahan. 


Tapi jika salah pengertian, ya Memang tidak ada, jarang Rasa itu membuat mata menjadi buta, jika mengenai hati bisa tersentuh. tapi itukah cinta? Sebagian mungkin ada yang berkata, iya. 


Cinta itu memang indah, ia mampu membuat angin tak kuasa bertiup. Percikan asmara  dan berhasrat bagai gulungan awan, terkadang bersibak dan bertaut menimbulkan bayangan Indah tersendiri.


Cinta juga bagai nyala api lilin, walaupun kecil tapi sangat berarti dalam menerangi gelap gulitanya malam. 


Tapi jangan sekali-kali menganggap remeh nyala yang kecil itu, jika sempat membakar,  ia mampu menghanguskan apa saja. Demikianlah jika cinta tak lagi berlabuh pada tempatnya. 


Berbahagialah anda jika telah menemukan Cinta sejati dari orang yang benar-benar tulus anda cintai. Jagalah baik-baik agar tetap langgeng. Tapi bagi yang gagal atau hanya penuh kerpura-puraan saja cinta padahal dibaliknya ada dusta dan  Durhaka, Tidak hanya di dikhianati bahkan disakiti. Inilah awal dari kehidupan yang paling pahit dan memilukan. 

***

Inilah yang pernah terjadi padaku . Ketika awal aku kenal dengan dengan Putri (nama samaran), 2 tahun yang lalu dari teman dekatku. Aku telah melautkan tujuan dan maksud baikku mengenalnya. 


"Putri, Apakah dirimu dan hatimu sudah ada orang lain yang mengisinya?" tanyaku dengan niat tulus dan penuh harap.


Putri yang sudah pernah diputusin pacarnya itu, bercerita panjang lebar kisahnya padaku bahwa ia sudah pernah dilamar dan mengikat janji akan segera menikah dengan Rusdi (nama samaran), tapi pemuda itu menjadikannya tempat persinggahan sebentar saja, disaat ia melihat ada wanita lain yang lebih komitmen, ia tinggalkanlah Putri.  Begitulah dalam luka yang ia toreskan dihati ini, hari-harinya berbalut luka penuh tikaman nista. Curhat Putri padaku.


"Untuk saat ini, Aku masih sendiri Bang Sabri, dan belum ada orang lain di hatiku lagi, " sambung Putri dengan nada mengiba.

Aku yang memang sudah cukup dan sudah layaknya memasuki bahtera rumah tangga, ya. Terasa bagaikan pucuk di cinta ulampun tiba. Tapi dari curhatnya ada yang membuat hatiku tak begitu yakin akan keseriusan Putri.


"Jika kamu tidak keberatan, apakah kamu bersedia menjadi pendamping hidupku Putri?" tanyaku dengan maksud ingin melamarnya.


Lama Putri terdiam, mendengar nada  keseriusanku tersebut. Sepertinya ia tidak yakin lagi  akan terwujud. 


"Bang Sabri, tapi maaf sebelumnya Bang, Apakah abang betul-betul serius bisa mencintai Putri?" tanya Putri dengan nada serius. 


"Serius Putri" jawabku dengan yakin.

"Kalau abang serius datanglah ke rumah orang tuaku, aku tak ingin terjadi lagi pengalaman buruk ini terjadi untuk kedua kalinya" sambung Putri dengan harap.


Dalam selang beberapa hari sesudah itu, Aku  orang yang biasanya serius, dan tak pernah mengenal yang namanya pacaran, ya, dengan niat tulus datang ke rumah orang tua Putri menyampaikan maksud baikku ingin melamar Putri.


"Assalamualaikum" ucapku sambil mengetuk pintu rumah Putri.

"Waalaikumsalam" silahkan duduk Nak,"  Jawab orang tua Putri.


"Terima kasih Bunda" 

Setelah selesai minum teh hangat yang di buatkan Putri, Dengan bahasa yang lembut dan santun, orang tua Putri bertanya. 

"Apa maksud kedatangan Nak Sabri  siang-siang ke sini?"


"Sebelumnya saya Minta maaf Bun, mungkin bunda telah mendengar cerita tentang aku dari Putri,"


"Ya, Apa itu, Nak?"

"Jelasnya, maksud kedatangan aku ke sini  ingin meminang Putri Bunda, dan ingin menjadikannya pendamping hidupku dalam menapaki hari-hari ke depan, apakah Bunda mengizinkannya?" 


"Maaf Nak Sabri, untuk masalah itu hanya Putri yang bisa menjawabnya, kalau Putri tidak keberatan Ibuk mengizinkannya"


"Sebelum aku datang ke sini menemui Bunda, Putri mungkin telah bilang ia akan menerima aku apa adanya, kalau Bunda merestuinya"

"Oh begitu Nak, Ibuk merestui Nak Sabri menjadi pendamping Putri, tapi maaf jika nak sabri Mau berjanji"

"Kenapa, Berjanji Bun?"

"Karena Putri Masih dalam menyelesaikan study S2  satu tahun lagi wisuda"


Mendengar berjanji, dan menyelesaikan study dulu itu, aku yang tadinya begitu semangat, sekarang berubah menjadi tak begitu antusias lagi. Karena saya telah mendengar cerita duka Putri, yang ditinggal oleh lelaki yang hendak menikah dengannya tersebabnya karena janji-janji yang tak pasti. Putri menhabiskan waktu saja ke sana kemari, tanpa tujuan yang jelas.


" Wajar, kamu terluka Putri, karena kamu memberi harapan yang tak pasti kepada lelaki, kalau serius kenapa harus menunggu wisuda dulu?" kata hatiku berbisik.


"Jujur, Soal menunggu Putri sampai tamat Bun, aku tidak bisa berjanji, kalau begitu, jika ada laki-laki lain yang datang melamar Putri Sila terima sajalah, jangan tunggu aku," 


Selama Putri belum halal untuk saya, saya tidak akan pernah mau diajak Putri kemanapun Pergi, Tek, kalau Putri dan Etek tidak setuju, Alangkah lebih baiknya Selesaikan sajalah kuliah Putri terlebih dahulu, nanti kalau berjodoh mungkin akan bertemu juga"


"Baik Nak, Sabri"


"Dengan segala kerendahan hati orang tua Putri menerima maksud baikku, dengan perjanjian menunggu hingga putri tamat dulu dan syarat yang telah ku hidangkan.


Tapi dalam perjalanannya, harapan tak sesuai dengan kenyataan. Janji tinggal janji. Perilaku Putri yang memang suka hura-hura, smsan, minta di jemput, dan mengajak jalan-jalan ke tempat-tempat wisata tanpa tujuan yang jelas itu, telah membuatku , bimbang dan ingin membatalkan saja sampai di sini.


Masih ada dalam ingatanku ketika itu, Putri suatu hari menefon saya" Bang Sabri, Jika bang Sabri itu benar-benar Cinta, korbankanlah waktu Abang jalan-jalan, jemputlah sekali-sekali Putri pulang Kuliah,"  kata Putri dengan merayu


"Putri, Lupakah kamu pada Janji yang pernah kita buat dihadapan Bunda, bahwa aku tidak akan pernah berbuat seperti itu, itu bukan Cinta namanya Putri, tapi Durhaka" ujarku.

Ku tak pernah dididik oleh orang tua sejak kecil seperti itu.













Senin, 20 Juli 2020

Kasih, Kau Dimana?
Oleh: Zainal Masri

Kasih...
Hari ini gerimis turun membasahi bumi
Disaat Cahaya senjapun berangsur gelap
Aku rindu sebab tiada kabar darimu
Dipanggilpun tak dapat dihubungi

Kasih...
Biasanya kau berkirim kabar bak merpati 
Pun bagai semut yang bertegur sapa
Tapi kini kau dimana?
Semoga kau baik-baik saja disana ya.
Segeralah Pulang

Bateh Batu,2020



Sabtu, 18 Juli 2020

Ada Ubi, ada talas, ada Budi, Ada balas

Oleh: Zainal Masri

Ada sebuah cerita pada zaman dahulu, di suatu Kampung, hidup seorang anak muda yang tinggal dengan neneknya  di sebuah gubuk sederhana. Ibu dan ayahnya telah meninggal. Neneknya tersebut sayang sekali sama cucunya. Karena dialah satu-satunya harapan. 
Suatu pagi  "cucuku tersayang, andai nenek suatu hari nanti tiada lagi, Nenek berharap, kamu berbaik-baik lah dengan siapa saja mahluk Nya di dunia ini, karena itulah yang akan membuat kita bahagia, Termasuk kepada binatang sekalipun jangan pernah menganiayanya," pesan neneknya sambil sarapan pagi

"Baik nek, Kalau itu pesan nenek, saya laksanakan," kata cucunya.
Tersebab budi baik cucunya itu, akhirnya cucunya mendapatkan keajaiban dan kemudahan dalam hidupnya. 

Suatu hari, neneknya menyuruh cucunya belanja ke pasar untuk beli kebutuhan sehari-hari. 

"Cucuku, maukah kamu pergi pasar sayang? bekal seminggu kita sudah habis," Baik nek kata cucunya. "Apa beli di pasar nanti nek?" Kata cucunya. "Belilah cabe, garam, bawang, dan ikan," kata neneknya. Baik nek, tunggu nenek di rumah, biar saya yang pergi ke pasar.

Berangkat lah sang cucu ke pasar pergi berbelanja. Sesampai di pasar dibelinya apa yang disuruh neneknya, cabe, bawang garam. Setelah itu dia pergi beli ikan ke tempat orang jual ikan. Ketika mau beranjak sang cucu mendengar ada suara minta tolong, di tempat orang jual ikan itu "Tolong, tolong," terdengar suara menangis minta tolong. Sang cucu awalnya heran, dan orang- orang di pasar tidak ada yang menghiraukan suara minta tolong itu. "kenapa ya, orang-orang tidak berusaha mencari sumber suara itu" kata sang cucu di dalam hatinya. Lalu didengarkannya lagi, ternyata suara itu bersumber belakang orang jual ikan itu, di tepi pasir ada anak-anak ikan kecil yang di buang karena tidak laku dijual. 

Tolong, tolong..
Sang cucu tadi, mengambil anak-anak ikan tersebut. "apakah kamu yang minta tolong wahai anak ikan," tanya sang cucu. "Iya anak muda," Jawab anak ikan itu berharap pertolongan. "Kenapa kamu ada di sini lanjut sang cucu tadi?" "wahai Anak muda, kejam manusia ini, ikan yang besar-besar dijual nya dengan harga mahal. Kami-kami yang kecil-kecil ini di lempar begi saja ke pasir panas ini tanpa peduli dan balas kasihan, kami tak bisa hidup di sini," Imbuh anak-anak ikan tadi. "Baiklah kalau begitu aku membawa kalian ke air," kata sang cucu tadi. Lalu sang cucu membawa anak-anak ikan ke sebuah sungai dan melepaskannya dengan senyum bahagia.  "Terimakasih anak muda, sampai jumpa suatu hari nanti, ada ubi ada talas, ada budi ada balas," Kata anak-anak ikan tadi dengan senang hati. "Sama-sama, sampai jumpa juga," kata sang cucu.

Hari berganti berlalu, musim berganti.
Ia membantu neneknya bekerja di ladang, melewati suatu jalan yang ditumbuhi semak. Sang cucu mendengar pula ada suara minta tolong, Tolon, tolong..!

Di carinya sumber suara tadi, ternyata ia dapati 3 ekor anak burung yang minta makan  di dalam sarangnya dengan mulut yang terus menganga. "kenapa kalian minta tolong?" kata sang cucu
"Kejam sekali Manusia, Orang tua saya ditangkapnya ketika mencari makan untuk kami, tinggalah kami kecil-kecil yang belum bisa cari makan di sini yang tak tau sampai kapan akan terus begini," Kata anak-anak burung tadi. Lalu sang cucu sambil pergi ke ladang di antarkan lah makanan untuk anak burung tadi. Sampai burung itu besar dan bisa terbang. "wahai anak muda, engkau benar-benar baik, Terima kasih telah mengasih kami makan, hingga kami besar dan bisa terbang, sekarang kami sudah bisa cari makan sendiri," Kata anak-anak burung yang sudah besar itu. "ya..kalau begitu, silakanlah berusaha cari makan dan terbang lah dimana hidupmu bisa bahagia, hati-hati jangan sampai ditangkap oleh manusia jahat" Kata sang cucu. 

"Baiklah, kami bertiga pergi dulu ya, ada ubi ada talas ya anak muda yang baik, ada budi ada balasnya. Sampai jumpa suatu hari nanti," kata anak burung yang sudah besar, dan akrab dengan sang cucu tersebut.

5 tahun kemudian
Sang cucu, hidup sebatang kara, sebab sang neneknya telah berpulang ke rahmatullah. 

Sang cucu, yang sudah beranjak dewasa itu, tidak ingin hidup dalam ketersendirian. Ia bercita-cita ingin berumah tangga dengan perempuan solehah yang tau dengan agama. Sudah dicarinya tapi tidak dapat-dapat juga. 

Kemudian, sang cucu mendapat kabar ada anak raja yang cantik, solehah, dan akhlak nya baik, sudah dilamar oleh banyak pemuda, tapi raja memberikan ujian yang sangat berat. 
"Saya akan coba pula lamar, anak raja itu mudah-mudahan ada jalan" kata sang cucu di dalam hatinya.

Pergilah sang cucu tadi ke rumah raja untuk melamar anaknya cantik itu.
"Assalamualaikum," kata sang cucu
"Waalaikumsalam, silahkan masuk" jawab tuan raja.

"Eh, anak muda, apa kabar ada tujuan apa kemari?" kata raja serius.
"Kabar baik, maksud kedatangan saya ingin melamar anak gadis tuan raja, menjadi pendamping hidup saya, saya harap tuan berkenan mengabulkannya", kata sang cucu penuh harap.

"Anak muda, potonganmu kurus kayak gini, apakah mampu melamar anak gadis saya yang cantik, salehah dan baik itu,  kalau kamu ingin menikah dengan anak gadis saya, kamu harus sanggup lalui ujian," jawab raja.

"Saya sanggup tuan raja, saya ingin menikah dengan anak gadis tuan raja" jawab sang cucu dengan yakin.

Setelah sekian banyak lamaran yang diterima tuan raja. Akhirnya suatu hari raja  mengadakan ujian kepada pemuda-pemuda yang sudah melamar putrinya ke sebuah pohon besar yang sangat tinggi dan rimbun. Hadirlah pemuda-pemuda yang sudah melamar anak gadisnya di situ untuk mengikuti tes.

"Wahai anak-anak muda, siapa yang bisa memanjat pohon besar ini dan mengambil buah kecil nun tinggi di ujung dahan sana, maka ia lolos satu tes menikahi putri saya," kata tuan raja.

Dipanggillah satu persatu. Ada yang sanggup memanjat hanya sampai seperempat batang lalu kembali turun. Ada yang sampai setengah dahan. Ada yang baru manjat lalu jatuh. 

Tibalah panggilan giliran sang cucu peserta terakhir. Semua peserta lain mencemoohkannya. 
"Badan kurus begini, apa bisa manjat," kata salah seorang peserta tertawa diikuti oleh peserta lainnya

"Aku harus bisa menikah dengan anak gadis tuan raja, Bismillah" kata sang cucu di dalam hatinya.

Dipanjatnya pohon besar tadi, hingga sampai setengah dahan. Dengan tertatih-tatih hingga  napas yang terengah-engah. Ditengah sorakan cemoohan itu. Dalam pada itu sang cucu terdiam sejenak.

"Daripada turun dengan kegagalan, lebih baik mati demi kesuksesan," kata hatinya berbisik.

Beberapa saat tanpa disadarinya, ia melihat seekor burung yang sedang terbang mencari makan di pohon yang ia panjat itu.

"Hallo, tuan muda, apa kabar sudah lama kita tak bertemu, kenapa kamu ada di sini, kamu kok sedih sekali" kata burung tadi.

"Hallo, siapa kamu?" kata sang cucu
"Saya adalah anak burung yang dulu kamu kasih makan, disaat orang tuaku ditangkap manusia kejam itu, kamu kenapa ada disini?" katanya.

"Saya ingin menikah dengan putri raja, tapi syaratnya harus bisa memanjat pohon besar ini, dan mengambil buah yang satu terletak nun jauh di ujung ranting sana, saya tak sanggup lagi," kata sang cucu sedih.

"Tenanglah, ada ubi ada talas, ada budi ada balas. Aku yang akan membantu mengambilkannya," kata sang burung tadi.

Lalu burung tersebut, terbang ke buah kecil yang terletak di ujung ranting tersebut dan mengambil dengan paruhnya.

"Inikah yang di minta tuan raja?" tanya burung.
"Betul, betul, Terima kasih sahabatku, memang ada budi ada balasnya," jawab sang cucu denga senyum gembira.

"Ya, sudah, turunlah kembali, engkau berhak menikah dengan putri raja" kata sang burung dengan gembira.

Kemudian sang cucu turun dari pohon besar itu dengan tersenyum ia menyerahkan buah kecil dari pohon tersebut kepada sang raja.

"Luar biasa, kamu wahai anak muda" kata tuan raja sambil terkagum-kagum dengan peserta lain yang tidak dapat berkata-kata.

"Sudah selesaikah tesnya sampai di sini?" kata tuan raja. 

Ternyata masih ada satu tes lagi yang lebih berat, bagi peserta yang ingin menikah dengan anak raja tersebut. 

Hari berikutnya sang raja membawa para pemuda yang melamar anak gadisnya itu ke laut yang sangat dalam. 

"Siapa yang sanggup menyelam dan  menemukannya kembali cincin emas yang aku lemparkan ke tengah laut sana, maka ia berhak menikahi putri saya," kata tuan raja

Maka di panggil lagi peserta satu, dua, tiga dan seterusnya, tidak satupun yang dapat menemukannya. Sampailah giliran sang cucu. 

"Wahai, anak Muda, apakah kamu sanggup, silakan" Kata tuan raja. 
"Saya sanggup tuan raja, Bismillah" jawab sang cucu.

Tanpa berfikir panjang sang cucu menyelam ke laut yang sangat dalam tersebut mencari cincin yang sudah dilemparkan tuan raja. Dengan nafas yang sudah tersendat-sendat belum juga berhasil.

"Daripada hidup bercermin malu, lebih baik mati demi kesuksesan" kata hatinya berbisik.

Dalam saat yang sama, datang seekor ikan besar mulutnya bergumam-gumam.
"Hai anak muda, Apa kabar, dan apa yang kau cari di sini, saya yang dulu kamu tolong ketika manusia kejam membuang aku ke pasir panas" ujar ikan tersebut.

"Alhamdulillah, kamu sudah besar ya, saya sekarang sedang mencari Cincin emas yang dilemparkan tuan raja ke laut ini, untuk bisa menikah dengan putrinya" curhat sang cucu.

Sambil menghentikan gumamnya, sang ikan tadi memberikan cincin emas yang ada dalam mulutnya kepada sang cucu tadi. 

"Inikah yang kamu cari sahabatku, ambillah!" ujar ikan tadi.

"Iya, betul. Terima kasih, wahai ikan, kalau tidak ada kamu mungkin saya tidak akan menemukan cincin ini," kata sang cucu tadi.

"Sama-sama, begitulah hidup, Ada ubi ada talas ada budi ada balas, segeralah kembali Kamu berhak menikah dengan putri raja itu " kata ikan tadi sambil tersenyum gembira.

Dengan senang ria, sang cucu segera keluar membawa cincin emas yang dilemparkan raja ketengah laut tadi, ke hadapan tuan raja. Dengan terheran-heran tuan raja, memutuskan bahwa yang berhak menikah dengan sang putri nya adalah sang cucu yang baik tersebut. (*)











Selasa, 02 Juni 2020

Ucapan yang Baik-Oleh: Zainal Masri

Qs. albaqarah : 263
قَوْلٌ مَعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى ۗ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ
Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun
***
Ayat yang telah pena hidangkan ini, Sungguh menjadi renungan, kenapa? Karena Allah yang berfirman.

Allah, maha baik dan maha penyantun, ucapan yang baik bukan hanya disukai oleh setiap mahkluk. Tapi Dia yang wujud pun lebih menyukainya.

Kita tau Sedekah itu, pahalanya memang luar biasa, tapi kalau sakit hati si Penerimanya. Lebih baik hadiahkan ucapan yang baik, kita dapat pahala.
ucapan yang buruk kalau dilontarkan kepada orang lain, tanpa iba sedikitpun. Sangat melinangkan air mata. 
Lidah, memang kecil tapi tajamnya bisa lebih dari mata pedang. 
Untuk itu setiap kita harus berusaha menjaga dan mengendalikan diri, agar berusaha berucap dengan ucap yang baik. 
Alquran Qs. Qaaf: 18, Dia berfirman,
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

Sangat jelas Firman Nya, tiada suatu ucapan pun yang diucapkan. Walaupun hanya setengah makna. Katakanlah seperti kata "ah", Melainkan akan di catat oleh malaikat raqiibun ataiid.

Penutup Uraian singkat ini;
Orang bijak berkata, jika anda tidak dapat memberi jangan mengambil hak orang, jika anda tidak bisa memuji janganlah melecehkannya, itulah yang dikehendaki dalam hidup bermasyarakat.

Semoga kita sama-sama membudayakan ucapan yang baik. Wallahu 'alam


Sabtu, 23 Mei 2020

  Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

الله أَكْبَرُ كَبِيْرًا،وَالْحَمْدُلله كَثِيْرًا،وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَ أَصِيْلاً. لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ،صَدَقَ وَعْدَهُ، وَ نَصَرَ عَبْدَهُ، وَ أَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ هُوَاللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَر ُوَللهِ الْحَمْدُ.

 
اَلْحَمْدُللهِ الًّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ اَحَسَنُ عَمَلاَ، وَ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالتَّقْوَى وَ نَهَانَاعَنِ اتِّبَاعِ الْهَوَى.

أَشْهَدُأَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَامُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِى سَيِّدَنَامُحَمَّدً. امابعد.
عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ 

Qaa lallaahu ta'ala fil Quraanil Kariim..a 'uzubillaa hi minasy syaitaa nirrajiim bismillaahirrahmaa nirrahiim

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun".
صدق الله العظيم

Jamaah Salat idul fitri Rahma kumullaah..

Syukur Alhamdulillah, Kita ucapkan Kepada Allah Azza wajalla
Shalawat dan salam untuk junjungan kita nabi Muhammad saw.

Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Allāhu Akbar walillaa hilhamd.

Satu bulan lamanya kita menjalankan ibadah Puasa dengan segala romantikanya, dengan harapan di hari yang fitri ini kita mempunyai harapan menjadi orang bertakwa yang mempunyai Akhlak yang baik.

Suasana Idul Fitri tahun ini, bahkan ibadah selama bulan Ramadan yang baru saja kita lalui, kita rasakan benar-benar berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Pada tahun ini, kita lebih banyak melaksanakan semua ibadah dari rumah bersama keluarga, disebabkan adanya Wabah yang melanda dunia, yang disebut covid 19. Sekarang mari kita gali hikmah di balik semua itu, mengapa Allah SWT menguji kita dengan wabah virus corona, makhluk kecil yang membuat kita dan seluruh umat manusia berada dalam situasi dan kondisi serba terbatas.

Tentu saja banyak hikmahnya, tapi yang terpenting bagi kita adalah:

Pertama, agar kita tidak sombong.

Mari kita bermuhasabah, kita koreksi diri kita. Barangkali selama ini kita sering bersikap angkuh dan sombong terhadap Allah SWT.

Kedua, agar kita menghayati dan menyadari bahwa ajaran Islam itu mudah.

Ad-Dīnu yusrun. Misalnya, shalat Jumat boleh diganti dengan shalat zuhur, shalat tarawih di masjid diganti dengan shalat tarawih di rumah, dan lain sebagainya.

Moderasi dalam beragama ini diingatkan oleh Rasulullah SAW di dalam hadis yang artinya:

Nabi SAW bersabda: Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak seorang pun berusaha untuk memaksakan dirinya (secara ekstrim) dengan ibadah di luar kemampuannya, kecuali dia akan dikalahkan olehnya (beragamanya itu pada akhirnya akan kembali kepada kemudahan dan moderat). Oleh sebab itu, tetaplah bersikap moderat (dalamberagama), mendekatlah (kepada kesempurnaan jika
memang tidak sanggup), berilah kabar gembira (dengan moderasi agama), mintalah tolong dalam menekuni ibadah itu dengan melaksanakannya pada (waktu-waktu masih bersemangat, yaitu) pagi, sore, dan akhir malam. (Hadis Riwayat al-Bukhari)

Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Allāhu Akbar.

Ketiga, ini yang terpenting ialah agar kita sebagai keluarga berusaha menjadi keluarga yang bahagia dunia akhirat.



Selamat Hari Raya idul fitri 1441 H


.    人
. ( ___)
. ┃口┃
. ┃口┃
. ┃口┃
. ┃口┃.      人.            
. ┃口┃. .-:'''"''";-.  人
. ┃口┃(*(*(*|*)*))(__)
  ┃ - ┃║∩∩∩║. |口||┃
. ┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃. |三||┃
. ┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃. |三||┃

🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃

*السلام عليكم ورحمة الله وبركاته*

Ramadan telah berkemas meningggalkan kita, Saya  mengucapkan, Mohon maaf Lahir dan batin, atas segala salah dan khilaf selama ini.🙏

Selamat Hari Raya idul fitri 1441 H
Semoga Amal Ibadah Kita diterima Nya 🤲🏻

* ZAINAL MASRI*
🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍃🍁

Rabu, 20 Mei 2020

Pena Cinta

"Lebih baik mencintai gadis yang kau nikahi, daripada menikahi gadis yang kau cintai" (Dr. Zakir Naik)
***
Pena setuju, Cinta sebelum menikah,  berbeda dengan sesudah menikah. Tidak jarang terjadi Pemutusan Hubungan kendati sebelum menikah telah bercinta.

Andai Cinta sebelum pernikahan itu nikmat, siapa sih yang tak kenal dengan romansa Si Laila dan majnun, atau  kisah Romeo dan juliet.

Jika mereka, laila dan majnun, romeo dengan Juliet sampai menikah. Mereka akan tahu banyak masalah dalam rumah tangga. Mereka akan bertengkar. 

Tentu kita tak larut dalam pandangan tersebut : 
kita dapat mencontoh, orang yang Cintanya paling hebat adalah Nabi Muhammad SAW. Mengalahkan Cinta Laila dan majnun, Romeo dan Juliet. 

Minggu, 17 Mei 2020

Coretan-Coretan Pada-Hari Buku Nasional


Oleh: Zainal Masri

Guru yang tidak pernah marah adalah Buku.
Walau Hari Buku Nasional ini tidak semeriah Hari-hari besar lainnya. Tapi setidaknya perlu kita memperingati Hari Buku ini mengingat begitu besar pengaruh membaca buku dalam kehidupan, dan membentuk karakter seseorang.
Apakah bagi para siswa, guru, dan siapapun. Karena tidak mungkin bagi kita mendapatkan ilmu pengetahuan  tanpa buku.

Andai kita tidak menghayati akan pentingnya membaca buku, tentu saja kita tidak akan sanggup untuk melepaskan kebodohan yang ada di negeri kita tercinta Indonesia.

Dan ini tentu harapan kita semua bahwa sebagai bangsa atau generasi muda. kita tidak ingin tertinggal dari negara lain. Karena, kita dapat melihat negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, dan China. Mereka maju dalam berbagai bidang. Penghasil produk-produk industri, khususnya elektronik dan berbagai macam kendaraan, bahkan Hp yang kita pegang, dan gunakan saat ini. Negara-negara tersebut bisa maju karena para penduduknya yang gemar membaca.

Buku dapat memberi kita informasi dari yang kita tidak tau menjadi tau. 
Kita sebagai generasi muda, harapan bangsa yang akan membangun negeri ini ke depan. 

Dalam rangka, Memperingati Hari Buku Nasional 17 Mei 2020 ini”. Mari sama-sama kita tingkatkan minat membaca, karena dengan membaca Ilmu akan bertambah 
Semoga bermanfaat. 
Selamat Hari buku nasional, dan selamat membaca! 

Kamis, 14 Mei 2020

*My Coretan-Coretan di Kelas Menulis Pemula*

Bersama Narasumber : Bunda Nova (Penulis dan pendongeng Sumbar)  dan guru pembimbing Kakanda Muhammad Subhan. Terimakasih Ilmunya Bunda, dan Kak Subhan. Bermanfaat sekali..

Yang paling berkesan bagi saya adalah Pesan dan Kesannya yang sangat membangun :
Apa yang harus kita miliki? 

Pertama adalah, Rasa Percaya diri, karena kita diberi Potensi yang beraneka Ragam yang harus di syukuri.
Kedua, Bermimpilah dan berani untuk mewujudkannya.

Dan yang luar biasa lagi menyentuhnya adalah, Bagaimanapun orang menghina kita. Cukuplah karya kita jawabannya, Semakin Banyak Orang menghina kita berarti  mereka sudah mengakui bahwasanya kita mampu berdiri di hadapan mereka. 
Mulailah dengan Bismilahirrahmaa Nirrahiim, yakinlah, Bahwa Rezki kita sudah ada (*).



Rabu, 13 Mei 2020

Hanya dibaca

 Oleh: Zainal Masri

Dering nada sambung dari ponselku pagi ini serupa pucuk-pucuk rindu
Setelah lelah jemari menari di balik layar
Hanya dibaca

Aku iri  pada Semut yang bertegur sapa
Pun merpati yang berkirim kabar
Sebab rindu yang kulautkan  tertahankan.
Pada ombak dan selat
Laraku seperti air hujan yang membasahi bumi
Sunyi,  melihat rembulan bersembnyi di balik awan hitam.

Bateh Batu, 2020


Jumat, 08 Mei 2020

Burung Pipit dan Pak Tani

Oleh: Zainal  Masri

Sudah berpupuh seminggu baru selesai buah jerami ini dipagar rapat-rapat kiri, kanan, atas, dan bawah. Pertanda tidak ada yang  boleh masuk. Tapi masih gigih juga, ingin coba-coba kepandaian, melalui lubang angin.

Hoop, hoop, sss, ssst. Pergilah lah kalian semua. Pergi! Jangan sampai habis kesabaran saya. Terdengar suara yang menakutkan dari tepi lokasi dakek durian luncuang itu. Rupanya pemilik buah jerami itu datang. Terlihatlah Sekelompok Warga yang tiba-tiba saja entah dari mana datangnya, tidak menghiraukan juga sumber suara tersebut. 

Sudah berkali-kali di peringatkan. Hari pertama, kedua, ketiga. Masih juga tak dihiraukan.

Push..tembakan peringatan terdengar dari sumber suara.
Ssss,ssst, ia ingin memperlihatkan kemarahan sang pemilik buah jerami, dengan berjalan darat dalam lahan. 

Sang pemilik jerami menghalau "Ssst, sambil menggoyang pagar. Tapi Terdengar suara cemoohan dari dalam.
"Prit,prit, prit, Emang Gue pikirin? Kami tau bapak tidak suka kami ke sini, kedatangan kami hanya merugikan bapak. Mengambil hak bapak. Tapi asal bapak tau isi hati kami, "Kalau tidak Pahit sekali hidup ini, Mungkin kami  tak akan kesini, ya kan kawan-kawan? Prit,prit,prit, (Yaa kata teman-temannya). Kami kesini, karena terpaksa daripada anak bini kami kelaparan. Suara bapak tak menakutkan bagi kami. Sila kalau berani kejar kami. Katanya dari dalam lahan. 

Karena kesal, bengis, melihat warga yang kurang ajar merampas hak tanpa iba itu. "Sungguh terlalu. Saya yang ingin kalian main-mainkan, sudah saya bilang ke kalian jangan kesini juga, empat bulan saya rawat dengan susah payah pergi pagi pulang sore, tak kenal lelah, hujan dan panas. Tiba-tiba kalian ambil sesuka kalian.

Kalau sekali dua kali bolehlah, bisa saya maafkan. Ini kalian tak memikirkan orang lain ini. Mau menghabiskan. Bagaimana saya bisa makan untuk hidup nanti. Kalau kalian habiskan. Sekarang musim Corona dan PSBB, diimbau agar tetap di rumah. Dengan apa makan. Kurang ajar kalian ya.

dugdugdug, dugdugdug, dugdugdug. dengan lari yang kencang sang pemilik buah jerami mengejar warga tersebukalian. Dari kemaren-kemaren saya himbau ke kalian , jangan masuk dan rampas  juga buah jerami orang, tapi karena kalian pakak alyas tak mendengar. Begini akhirnya, saya sudah sangat sabar, dilepaskan pun kalian akan tetap juga tak mendengar himbauan. Lebih baik kalian diikat, dan pilihan cuma dua di masukan ke dalam penjara, atau sembelih. Kalau kalian masuk penjara bersyukurlah Kalian tetap gemuk kok karena makan tetap dikasih. Tapi kalau saya sembelih,  tamat riwayat. Kuali dan minyak goreng siap menanti kalian. Pemilik buah jerami akhirnya memutuskan untuk disembelih. Diasahnya pisau tajam-tajam. Warga yang ditangkap tersebut dengan berlinangan air mata. Menunjukkan penyesalan terhadap apa yang telah diperbuatnya.  Tapi apalah daya hendak dikata, Nasi telah menjadi bubur.  Walau dengan rasa berat hati, mautpun menghadangnya. Sekelompok burung-burung pipit tersebut akhirnya disembelih dan digoreng oleh Pak tani.

Demikian kisah kejadian beberapa hari belakangan ini, segugus burung Pipit  yang ditangkap Pak tani di sawah yang padinya sedang terbit berbuah.
Burung tersebut bernama unggeh pik pakak.

Bateh Batu, 2020

Jumat, 01 Mei 2020

JIKA WAKTU KU TINGGAL SEDETIK LAGI


Oleh: Zainal Masri
Kepala Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Tigo Nagari

Kamus besar bahasa Indonesia menjelaskan makna waktu adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada, atau berlangsung. Tidak seorangpun yang tau apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Dari arti kebahasaan ini penulis dapat berkata bahwa waktu adalah rangkaian saat proses aktifitas apapun yang kita lalui baik yang berlangsung  kemaren, hari ini, maupun yang akan datang. Tetapi yang akan datang itu tidak ada yang tau, hari ini telah dijalani esok tak ada yang tau.
Tidak ada yang dapat membunuh seseorang kecuali sikap menyia-nyiakan waktu.. Dikatakan demikian  karena  Membuang-buangnya lebih bahaya dari kematian akibat virus Corona (Covid 19). Kematian akibat virus Corona hanya memutus hubungan seseorang dengan dunia. Tapi jika seseorang menjual waktunya dengan harga murah bahkan membuang-buangnya, dia dapat memutus hubungan dengan sang Pencipta dengan segala manfaatnya.
Orang berkata “time is money” biasanya diterjemahkan waktu adalah uang.
Ungkapan itu benar. Tapi menurut hemat penulis tidak sepenuhnya benar. karena kalau benar waktu adalah uang, berarti dengan uang segala keinginan bisa diraih,  apa yang diinginkan bisa dibeli, jika belanja ke pasar ada uang ada barang lebih kurang maknanya demikian, tapi waktu?
Perlu kita sadari Waktu itu lebih berharga daripada uang. Jika hari ini uang yang ada dikantong kita hilang Rp. 50.000 minsalnya, masih ada harapan besok ataupun lusa dapat lebih banyak lagi selagi masih ada hayat, tapi kalau waktu apabila terbuang sia-sia, jangan harap bisa ditarik kembali. Dia bagaikan anak pelor lepas dari bedilnya.
Ada lagi yang berkata manusia itu hidup hanya tiga hari saja yaitu hari kemaren, hari ini dan hari esok. Hari kemaren adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan dan hari esok adalah harapan.
Pandangan penulis mengenai  ungkapan di atas yang sering di degung-dengungkan setuju saja, tapi kita tidak perlu larut dalam ungkapan tersebut. mana yang milik kita?? Ya, Yang punya kita hanyalah hari ini, esok belum tentu menjadi milik kita. Dikatakan semikian Sebab sedetik saja,bahkan setengah detik setelah ini kita tidak tau apa yang akan terjadi. Siapa yang bisa menjamin seseorang masih bisa hidup bsok pagi? 
Itu makanya Jauh-jauh hari yang sang Pencipta waktu telah mengingatkan manusia agar memanfaatkannya. Dikatakan Nya bahwa manusia pada dasarnya benar-benar merugi. Yang beruntung adalah orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. Demikianlah lebih kurang firman Nya dalam Alquran surat Alasr.
Namun kalau kita layangkan pandangan jauh dan kita tukikan padangan dekat dari sekian banyak orang yang diberi waktu lapang kenapa masih banyak yang menyia-nyiakannya?? Kita mendengar seseorang berkata “Ya, nanti akan saya kerjakan. besok akan aku selesaikan. Menurut penulis jangan harapkan dia, dan ketahuilah bahwa dia belum tentu akan mengerjakannya.
Penulis sebagai Kepala sekolah di Madrasah Aliyah Tigo Nagari dan juga guru hafiz Alquran. Tidak jarang bertanya kepada murid-murid melalui secarik kertas yang tidak usah dituliskan namanya. Ananda sebagai anak bapak generasi muda penerus masa depan bangsa, apa yang menjadi kendala  kamu semua dalam menghafal Alquran? Banyak diantara mereka yang menjawab mejawab dengan jujur dan polos tidak ada kendala dan masalah. saya akan menghafalnya nanti pak Insyaallah. Ada yang menjawab saya sibuk bantu orang tua di rumah, tidak ada waktu saya, malas belajar dan lain sebagainya. Demikianlah pengakuannya dengan lugu.
Sebagai seorang pendidik penulis hanya bisa bisa memberikan pemahaman, pengertian dan mengajak, Seandainya berlalu masa satu semester bahkan satu tahun pembelajaran tetap juga tidak akan meyempatkan waktuya untuk belajar dan menghafal Alquran. Bayangkan ada waktunya hari ini untuk belajar tapi ditundanya nanti atau besok. Waktu libur disediakan tapi mereka akan  berkata “sekarang saya liburan sungguh saya memiliki hak untuk menenangkan pikiran”. Begitulah seterusnya.
Lima atau sepuluh tahun yang akan datang kita akan mendengar, Banyak orang berkata; menyesal saya dulu kenapa tidak rajin sekolah ketika muda, ada waktu untuk belajar,  menulis dan berkarya tapi diri ini diam tak mau bergerak. Saya menyesal sekali.  Bahkan ada yang menyalahkan nasib, saya tidak sekolah dulu karena keadaan juga yang memaksa,  miskin, pakaian ke sekolah itu ke itu saja, jarak dari rumah ke sekolah jauh, kedaraan tidak ada, Makan saja susah, dan lain-lain.
Seandainya waktu bisa di mundurkan kembali, mungkin mereka ingin mengulang kembali aktivitasnya yang dulu pernah di sia-siakannya itu. Ingin mereka membangkitkan api semangatnya untuk berjuang kembali. Tapi sayang, mereka hanya akan mengharapkan kemustahilan.
Jika waktu ku Tinggal Sedetik Lagi
Dari Sisa-sisa waktu yang masih ada, Tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali memanfaatkannya. Belajarlah dari kisah orang yang sukses terdahulu seperti kisah Nabi Muhammad SAW. Dalam 100 tokoh yang paling berpengaruh di dunia, nomor 1 (satu)  adalah beliau, begitu dikatakan oleh Michael H. Hart.  Pak Habibi mengajarkan kita dalam bukunya “Tak boleh lelah dan kalah” kalau bukan kita yang merubah dan memangun bangsa ini siapa lagi?  Artinya, kesuksesan tidak didapat dengan semudah membalikan telapak tangan.
Bahkan Muhammad Subhan pegiat literasi Sumatera Barat pernah berkata “bekerja di ujung deadline itu berisiko tapi juga punya kenikmatan tersendiri jika sukses menuntaskan misi. Konsekuensinya dua saja, gagal atau berhasil”
Penulis cukup mengagumi beliau yang begitu giat memberikan dan menggalakan budaya gemar menulis dan membaca, kutipan tulisan beliau yang penulis hidangkan tersebut adalah cemety untuk siapapun. walaupun singkat tapi maknanya sangat dalam dan menjadi motivasi. Bagi penulis sendiri adalah sebuah motivasi dan seolah-olah beliau berkata Jangan pernah berhenti melakukan aktifitas-aktifitas positif guna mengukir prestasi. Tidak ada suatu perbuatan yang tanpanya resiko, Berbuatlah sesuai misi, jangan malu dan enggan untuk mencoba. Dengan kita berbuat tentu besar peluang suksesnya, minimalnya ada dua peluang, sukses atau gagal. Tapi jika malas mencoba peluangnya hanya satu saja “jelas gagal”.
Yang muda akan tua. Maka selagi muda manfaatkan untuk belajar dan berkarya supaya ketika datang waktu tua tidak menyesal.  Minimalnya menulislah! Agar orang tau bahwa kita pernah hidup di masa lalu. Walaupun kita tidak ada lagi di pentas dunia ini.
Di penghujung tulisan ini penulis ingin hidangkan agar kita ingat-mengingatkan agar berbuat yang terbaik sebagai apapun profesi kita, usahakan jangan sampai setiap detik waktu kita sia-sia nilainya. Hargailah waktu walaupun hanya sedetik bahkan setengah detik dengan memanfaatkannya. Mari buktikan bahwa kita benar-benar mencintai diri, keluarga, masyarakat bangsa dan negara ini. tanyalah diri kita masing-masing apa saja aktifitas positif yang sifatnya membangun yang sudah saya perbuat selama ini. Serta tidak usah bertanya apa saja yang telah saya terima selama ini. Hal ini penting bagi kita dalam menatap dan  menghadapi hari esok yang lebih baik.(*).

BIODATA PENULIS


Zainal Masri, itulah nama yang indah dikasih oleh orang tua.  Zainal, begitu orang memanggilnya. Lahir di Taratang Tunggang tepatnya Taggal 16 Juni 1989. Bateh Batu alamat Kampung Halamanya. Punya hobi membaca Alquran, menyanyi, diskusi, menulis, baca Puisi. Sebagai Seorang anak bangsa yang lahir dari keluarga yang sederhana ini bercita-cita ingin berguna untuk orang banyak. Penulis adalah Guru MTsS Nagari Binjai dan Kepala sekolah di Madrasah Aliyah Swasta Nagari Binjai Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat. Pendidikan Formal Sarjana di selesaikan di STAIN Batusangkar Tahun 2014 Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam dan sekarang masih dalam proses peyelesaian S2 di UIN Imam Bonjol Padang yang juga Jurusan Pedidikan Agama Islam. Adapun prestasi yang pernah di raih Selama menjadi Guru dan Kepala  Madrasah di antaranya adalah dalam bidang keagamaan; Juara 1 MTQ Tingkat Kecamatan Tigo Nagari (2018), Juara 2 MTQ Tigkat Kabupaten Pasaman (2018), Juara 1 Lomba Khutbah Jumat dan azan antar Guru Pendidikan agama Islam Se-Kabupaten Pasaman (2018), Juara 3 Lomba Pekan Tilawatil Quran Tingkat LPP RRI Bukittinggi (2019).
Dalam Bidang seni di antaranya pernah Juara Harapan 3 Lomba nyanyi lagu minang Tingkat Provinsi Sumatera Barat, di Kota Pariaman (2019), Peserta Berbakat dalam Lomba Baca Puisi Tingkat Sumatera (2018-2019). Selain dalam bidang Keagamaan dan Seni pernah juga meraih Juara 3 Lomba Menulis Artikel antar ASN/Konrak/Honorer Tigkat Kabupaten Pasaman dengan Judul ; Pendidikan di Kabupaten Pasaman (2019), Berpartisipasi mengikuti Lomba menulis artikel yang di adakan oleh PT. Semen Padang dengan tema 110 Tahun Semen Padang membagun Negeri (2019). Karya-karya Tulis memang belum ada yang dibukukan, penulis sangat berharap bahwa ini adalah langkah awal untuk menyalurkan hobi dan cita-cita baru dalam menulis. Bimbingan, kritik dan saran diperlukan untuk membangun pribadi penulis agar lebih baik ke depannya. Penulis bisa di Hubungi lewat nomor Hp/WA. 085278158841 atau di  Facebook dan Blog pribadi Zainal Masri.