zainalmasri

Selamat datang di blog Coretan-coretan harian-Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya..Amiin ya Rabbal 'Alamiin.”Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS. Qaf :17)...

Jumat, 01 Mei 2020

JIKA WAKTU KU TINGGAL SEDETIK LAGI


Oleh: Zainal Masri
Kepala Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Tigo Nagari

Kamus besar bahasa Indonesia menjelaskan makna waktu adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada, atau berlangsung. Tidak seorangpun yang tau apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Dari arti kebahasaan ini penulis dapat berkata bahwa waktu adalah rangkaian saat proses aktifitas apapun yang kita lalui baik yang berlangsung  kemaren, hari ini, maupun yang akan datang. Tetapi yang akan datang itu tidak ada yang tau, hari ini telah dijalani esok tak ada yang tau.
Tidak ada yang dapat membunuh seseorang kecuali sikap menyia-nyiakan waktu.. Dikatakan demikian  karena  Membuang-buangnya lebih bahaya dari kematian akibat virus Corona (Covid 19). Kematian akibat virus Corona hanya memutus hubungan seseorang dengan dunia. Tapi jika seseorang menjual waktunya dengan harga murah bahkan membuang-buangnya, dia dapat memutus hubungan dengan sang Pencipta dengan segala manfaatnya.
Orang berkata “time is money” biasanya diterjemahkan waktu adalah uang.
Ungkapan itu benar. Tapi menurut hemat penulis tidak sepenuhnya benar. karena kalau benar waktu adalah uang, berarti dengan uang segala keinginan bisa diraih,  apa yang diinginkan bisa dibeli, jika belanja ke pasar ada uang ada barang lebih kurang maknanya demikian, tapi waktu?
Perlu kita sadari Waktu itu lebih berharga daripada uang. Jika hari ini uang yang ada dikantong kita hilang Rp. 50.000 minsalnya, masih ada harapan besok ataupun lusa dapat lebih banyak lagi selagi masih ada hayat, tapi kalau waktu apabila terbuang sia-sia, jangan harap bisa ditarik kembali. Dia bagaikan anak pelor lepas dari bedilnya.
Ada lagi yang berkata manusia itu hidup hanya tiga hari saja yaitu hari kemaren, hari ini dan hari esok. Hari kemaren adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan dan hari esok adalah harapan.
Pandangan penulis mengenai  ungkapan di atas yang sering di degung-dengungkan setuju saja, tapi kita tidak perlu larut dalam ungkapan tersebut. mana yang milik kita?? Ya, Yang punya kita hanyalah hari ini, esok belum tentu menjadi milik kita. Dikatakan semikian Sebab sedetik saja,bahkan setengah detik setelah ini kita tidak tau apa yang akan terjadi. Siapa yang bisa menjamin seseorang masih bisa hidup bsok pagi? 
Itu makanya Jauh-jauh hari yang sang Pencipta waktu telah mengingatkan manusia agar memanfaatkannya. Dikatakan Nya bahwa manusia pada dasarnya benar-benar merugi. Yang beruntung adalah orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. Demikianlah lebih kurang firman Nya dalam Alquran surat Alasr.
Namun kalau kita layangkan pandangan jauh dan kita tukikan padangan dekat dari sekian banyak orang yang diberi waktu lapang kenapa masih banyak yang menyia-nyiakannya?? Kita mendengar seseorang berkata “Ya, nanti akan saya kerjakan. besok akan aku selesaikan. Menurut penulis jangan harapkan dia, dan ketahuilah bahwa dia belum tentu akan mengerjakannya.
Penulis sebagai Kepala sekolah di Madrasah Aliyah Tigo Nagari dan juga guru hafiz Alquran. Tidak jarang bertanya kepada murid-murid melalui secarik kertas yang tidak usah dituliskan namanya. Ananda sebagai anak bapak generasi muda penerus masa depan bangsa, apa yang menjadi kendala  kamu semua dalam menghafal Alquran? Banyak diantara mereka yang menjawab mejawab dengan jujur dan polos tidak ada kendala dan masalah. saya akan menghafalnya nanti pak Insyaallah. Ada yang menjawab saya sibuk bantu orang tua di rumah, tidak ada waktu saya, malas belajar dan lain sebagainya. Demikianlah pengakuannya dengan lugu.
Sebagai seorang pendidik penulis hanya bisa bisa memberikan pemahaman, pengertian dan mengajak, Seandainya berlalu masa satu semester bahkan satu tahun pembelajaran tetap juga tidak akan meyempatkan waktuya untuk belajar dan menghafal Alquran. Bayangkan ada waktunya hari ini untuk belajar tapi ditundanya nanti atau besok. Waktu libur disediakan tapi mereka akan  berkata “sekarang saya liburan sungguh saya memiliki hak untuk menenangkan pikiran”. Begitulah seterusnya.
Lima atau sepuluh tahun yang akan datang kita akan mendengar, Banyak orang berkata; menyesal saya dulu kenapa tidak rajin sekolah ketika muda, ada waktu untuk belajar,  menulis dan berkarya tapi diri ini diam tak mau bergerak. Saya menyesal sekali.  Bahkan ada yang menyalahkan nasib, saya tidak sekolah dulu karena keadaan juga yang memaksa,  miskin, pakaian ke sekolah itu ke itu saja, jarak dari rumah ke sekolah jauh, kedaraan tidak ada, Makan saja susah, dan lain-lain.
Seandainya waktu bisa di mundurkan kembali, mungkin mereka ingin mengulang kembali aktivitasnya yang dulu pernah di sia-siakannya itu. Ingin mereka membangkitkan api semangatnya untuk berjuang kembali. Tapi sayang, mereka hanya akan mengharapkan kemustahilan.
Jika waktu ku Tinggal Sedetik Lagi
Dari Sisa-sisa waktu yang masih ada, Tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali memanfaatkannya. Belajarlah dari kisah orang yang sukses terdahulu seperti kisah Nabi Muhammad SAW. Dalam 100 tokoh yang paling berpengaruh di dunia, nomor 1 (satu)  adalah beliau, begitu dikatakan oleh Michael H. Hart.  Pak Habibi mengajarkan kita dalam bukunya “Tak boleh lelah dan kalah” kalau bukan kita yang merubah dan memangun bangsa ini siapa lagi?  Artinya, kesuksesan tidak didapat dengan semudah membalikan telapak tangan.
Bahkan Muhammad Subhan pegiat literasi Sumatera Barat pernah berkata “bekerja di ujung deadline itu berisiko tapi juga punya kenikmatan tersendiri jika sukses menuntaskan misi. Konsekuensinya dua saja, gagal atau berhasil”
Penulis cukup mengagumi beliau yang begitu giat memberikan dan menggalakan budaya gemar menulis dan membaca, kutipan tulisan beliau yang penulis hidangkan tersebut adalah cemety untuk siapapun. walaupun singkat tapi maknanya sangat dalam dan menjadi motivasi. Bagi penulis sendiri adalah sebuah motivasi dan seolah-olah beliau berkata Jangan pernah berhenti melakukan aktifitas-aktifitas positif guna mengukir prestasi. Tidak ada suatu perbuatan yang tanpanya resiko, Berbuatlah sesuai misi, jangan malu dan enggan untuk mencoba. Dengan kita berbuat tentu besar peluang suksesnya, minimalnya ada dua peluang, sukses atau gagal. Tapi jika malas mencoba peluangnya hanya satu saja “jelas gagal”.
Yang muda akan tua. Maka selagi muda manfaatkan untuk belajar dan berkarya supaya ketika datang waktu tua tidak menyesal.  Minimalnya menulislah! Agar orang tau bahwa kita pernah hidup di masa lalu. Walaupun kita tidak ada lagi di pentas dunia ini.
Di penghujung tulisan ini penulis ingin hidangkan agar kita ingat-mengingatkan agar berbuat yang terbaik sebagai apapun profesi kita, usahakan jangan sampai setiap detik waktu kita sia-sia nilainya. Hargailah waktu walaupun hanya sedetik bahkan setengah detik dengan memanfaatkannya. Mari buktikan bahwa kita benar-benar mencintai diri, keluarga, masyarakat bangsa dan negara ini. tanyalah diri kita masing-masing apa saja aktifitas positif yang sifatnya membangun yang sudah saya perbuat selama ini. Serta tidak usah bertanya apa saja yang telah saya terima selama ini. Hal ini penting bagi kita dalam menatap dan  menghadapi hari esok yang lebih baik.(*).

BIODATA PENULIS


Zainal Masri, itulah nama yang indah dikasih oleh orang tua.  Zainal, begitu orang memanggilnya. Lahir di Taratang Tunggang tepatnya Taggal 16 Juni 1989. Bateh Batu alamat Kampung Halamanya. Punya hobi membaca Alquran, menyanyi, diskusi, menulis, baca Puisi. Sebagai Seorang anak bangsa yang lahir dari keluarga yang sederhana ini bercita-cita ingin berguna untuk orang banyak. Penulis adalah Guru MTsS Nagari Binjai dan Kepala sekolah di Madrasah Aliyah Swasta Nagari Binjai Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat. Pendidikan Formal Sarjana di selesaikan di STAIN Batusangkar Tahun 2014 Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam dan sekarang masih dalam proses peyelesaian S2 di UIN Imam Bonjol Padang yang juga Jurusan Pedidikan Agama Islam. Adapun prestasi yang pernah di raih Selama menjadi Guru dan Kepala  Madrasah di antaranya adalah dalam bidang keagamaan; Juara 1 MTQ Tingkat Kecamatan Tigo Nagari (2018), Juara 2 MTQ Tigkat Kabupaten Pasaman (2018), Juara 1 Lomba Khutbah Jumat dan azan antar Guru Pendidikan agama Islam Se-Kabupaten Pasaman (2018), Juara 3 Lomba Pekan Tilawatil Quran Tingkat LPP RRI Bukittinggi (2019).
Dalam Bidang seni di antaranya pernah Juara Harapan 3 Lomba nyanyi lagu minang Tingkat Provinsi Sumatera Barat, di Kota Pariaman (2019), Peserta Berbakat dalam Lomba Baca Puisi Tingkat Sumatera (2018-2019). Selain dalam bidang Keagamaan dan Seni pernah juga meraih Juara 3 Lomba Menulis Artikel antar ASN/Konrak/Honorer Tigkat Kabupaten Pasaman dengan Judul ; Pendidikan di Kabupaten Pasaman (2019), Berpartisipasi mengikuti Lomba menulis artikel yang di adakan oleh PT. Semen Padang dengan tema 110 Tahun Semen Padang membagun Negeri (2019). Karya-karya Tulis memang belum ada yang dibukukan, penulis sangat berharap bahwa ini adalah langkah awal untuk menyalurkan hobi dan cita-cita baru dalam menulis. Bimbingan, kritik dan saran diperlukan untuk membangun pribadi penulis agar lebih baik ke depannya. Penulis bisa di Hubungi lewat nomor Hp/WA. 085278158841 atau di  Facebook dan Blog pribadi Zainal Masri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar