zainalmasri

Selamat datang di blog Coretan-coretan harian-Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya..Amiin ya Rabbal 'Alamiin.”Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS. Qaf :17)...

Sabtu, 23 Mei 2020

  Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

الله أَكْبَرُ كَبِيْرًا،وَالْحَمْدُلله كَثِيْرًا،وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَ أَصِيْلاً. لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ،صَدَقَ وَعْدَهُ، وَ نَصَرَ عَبْدَهُ، وَ أَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ هُوَاللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَر ُوَللهِ الْحَمْدُ.

 
اَلْحَمْدُللهِ الًّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ اَحَسَنُ عَمَلاَ، وَ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالتَّقْوَى وَ نَهَانَاعَنِ اتِّبَاعِ الْهَوَى.

أَشْهَدُأَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَامُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِى سَيِّدَنَامُحَمَّدً. امابعد.
عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ 

Qaa lallaahu ta'ala fil Quraanil Kariim..a 'uzubillaa hi minasy syaitaa nirrajiim bismillaahirrahmaa nirrahiim

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun".
صدق الله العظيم

Jamaah Salat idul fitri Rahma kumullaah..

Syukur Alhamdulillah, Kita ucapkan Kepada Allah Azza wajalla
Shalawat dan salam untuk junjungan kita nabi Muhammad saw.

Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Allāhu Akbar walillaa hilhamd.

Satu bulan lamanya kita menjalankan ibadah Puasa dengan segala romantikanya, dengan harapan di hari yang fitri ini kita mempunyai harapan menjadi orang bertakwa yang mempunyai Akhlak yang baik.

Suasana Idul Fitri tahun ini, bahkan ibadah selama bulan Ramadan yang baru saja kita lalui, kita rasakan benar-benar berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Pada tahun ini, kita lebih banyak melaksanakan semua ibadah dari rumah bersama keluarga, disebabkan adanya Wabah yang melanda dunia, yang disebut covid 19. Sekarang mari kita gali hikmah di balik semua itu, mengapa Allah SWT menguji kita dengan wabah virus corona, makhluk kecil yang membuat kita dan seluruh umat manusia berada dalam situasi dan kondisi serba terbatas.

Tentu saja banyak hikmahnya, tapi yang terpenting bagi kita adalah:

Pertama, agar kita tidak sombong.

Mari kita bermuhasabah, kita koreksi diri kita. Barangkali selama ini kita sering bersikap angkuh dan sombong terhadap Allah SWT.

Kedua, agar kita menghayati dan menyadari bahwa ajaran Islam itu mudah.

Ad-Dīnu yusrun. Misalnya, shalat Jumat boleh diganti dengan shalat zuhur, shalat tarawih di masjid diganti dengan shalat tarawih di rumah, dan lain sebagainya.

Moderasi dalam beragama ini diingatkan oleh Rasulullah SAW di dalam hadis yang artinya:

Nabi SAW bersabda: Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak seorang pun berusaha untuk memaksakan dirinya (secara ekstrim) dengan ibadah di luar kemampuannya, kecuali dia akan dikalahkan olehnya (beragamanya itu pada akhirnya akan kembali kepada kemudahan dan moderat). Oleh sebab itu, tetaplah bersikap moderat (dalamberagama), mendekatlah (kepada kesempurnaan jika
memang tidak sanggup), berilah kabar gembira (dengan moderasi agama), mintalah tolong dalam menekuni ibadah itu dengan melaksanakannya pada (waktu-waktu masih bersemangat, yaitu) pagi, sore, dan akhir malam. (Hadis Riwayat al-Bukhari)

Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Allāhu Akbar.

Ketiga, ini yang terpenting ialah agar kita sebagai keluarga berusaha menjadi keluarga yang bahagia dunia akhirat.



Selamat Hari Raya idul fitri 1441 H


.    人
. ( ___)
. ┃口┃
. ┃口┃
. ┃口┃
. ┃口┃.      人.            
. ┃口┃. .-:'''"''";-.  人
. ┃口┃(*(*(*|*)*))(__)
  ┃ - ┃║∩∩∩║. |口||┃
. ┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃. |三||┃
. ┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃. |三||┃

🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃

*السلام عليكم ورحمة الله وبركاته*

Ramadan telah berkemas meningggalkan kita, Saya  mengucapkan, Mohon maaf Lahir dan batin, atas segala salah dan khilaf selama ini.🙏

Selamat Hari Raya idul fitri 1441 H
Semoga Amal Ibadah Kita diterima Nya 🤲🏻

* ZAINAL MASRI*
🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍃🍁

Rabu, 20 Mei 2020

Pena Cinta

"Lebih baik mencintai gadis yang kau nikahi, daripada menikahi gadis yang kau cintai" (Dr. Zakir Naik)
***
Pena setuju, Cinta sebelum menikah,  berbeda dengan sesudah menikah. Tidak jarang terjadi Pemutusan Hubungan kendati sebelum menikah telah bercinta.

Andai Cinta sebelum pernikahan itu nikmat, siapa sih yang tak kenal dengan romansa Si Laila dan majnun, atau  kisah Romeo dan juliet.

Jika mereka, laila dan majnun, romeo dengan Juliet sampai menikah. Mereka akan tahu banyak masalah dalam rumah tangga. Mereka akan bertengkar. 

Tentu kita tak larut dalam pandangan tersebut : 
kita dapat mencontoh, orang yang Cintanya paling hebat adalah Nabi Muhammad SAW. Mengalahkan Cinta Laila dan majnun, Romeo dan Juliet. 

Minggu, 17 Mei 2020

Coretan-Coretan Pada-Hari Buku Nasional


Oleh: Zainal Masri

Guru yang tidak pernah marah adalah Buku.
Walau Hari Buku Nasional ini tidak semeriah Hari-hari besar lainnya. Tapi setidaknya perlu kita memperingati Hari Buku ini mengingat begitu besar pengaruh membaca buku dalam kehidupan, dan membentuk karakter seseorang.
Apakah bagi para siswa, guru, dan siapapun. Karena tidak mungkin bagi kita mendapatkan ilmu pengetahuan  tanpa buku.

Andai kita tidak menghayati akan pentingnya membaca buku, tentu saja kita tidak akan sanggup untuk melepaskan kebodohan yang ada di negeri kita tercinta Indonesia.

Dan ini tentu harapan kita semua bahwa sebagai bangsa atau generasi muda. kita tidak ingin tertinggal dari negara lain. Karena, kita dapat melihat negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, dan China. Mereka maju dalam berbagai bidang. Penghasil produk-produk industri, khususnya elektronik dan berbagai macam kendaraan, bahkan Hp yang kita pegang, dan gunakan saat ini. Negara-negara tersebut bisa maju karena para penduduknya yang gemar membaca.

Buku dapat memberi kita informasi dari yang kita tidak tau menjadi tau. 
Kita sebagai generasi muda, harapan bangsa yang akan membangun negeri ini ke depan. 

Dalam rangka, Memperingati Hari Buku Nasional 17 Mei 2020 ini”. Mari sama-sama kita tingkatkan minat membaca, karena dengan membaca Ilmu akan bertambah 
Semoga bermanfaat. 
Selamat Hari buku nasional, dan selamat membaca! 

Kamis, 14 Mei 2020

*My Coretan-Coretan di Kelas Menulis Pemula*

Bersama Narasumber : Bunda Nova (Penulis dan pendongeng Sumbar)  dan guru pembimbing Kakanda Muhammad Subhan. Terimakasih Ilmunya Bunda, dan Kak Subhan. Bermanfaat sekali..

Yang paling berkesan bagi saya adalah Pesan dan Kesannya yang sangat membangun :
Apa yang harus kita miliki? 

Pertama adalah, Rasa Percaya diri, karena kita diberi Potensi yang beraneka Ragam yang harus di syukuri.
Kedua, Bermimpilah dan berani untuk mewujudkannya.

Dan yang luar biasa lagi menyentuhnya adalah, Bagaimanapun orang menghina kita. Cukuplah karya kita jawabannya, Semakin Banyak Orang menghina kita berarti  mereka sudah mengakui bahwasanya kita mampu berdiri di hadapan mereka. 
Mulailah dengan Bismilahirrahmaa Nirrahiim, yakinlah, Bahwa Rezki kita sudah ada (*).



Rabu, 13 Mei 2020

Hanya dibaca

 Oleh: Zainal Masri

Dering nada sambung dari ponselku pagi ini serupa pucuk-pucuk rindu
Setelah lelah jemari menari di balik layar
Hanya dibaca

Aku iri  pada Semut yang bertegur sapa
Pun merpati yang berkirim kabar
Sebab rindu yang kulautkan  tertahankan.
Pada ombak dan selat
Laraku seperti air hujan yang membasahi bumi
Sunyi,  melihat rembulan bersembnyi di balik awan hitam.

Bateh Batu, 2020


Jumat, 08 Mei 2020

Burung Pipit dan Pak Tani

Oleh: Zainal  Masri

Sudah berpupuh seminggu baru selesai buah jerami ini dipagar rapat-rapat kiri, kanan, atas, dan bawah. Pertanda tidak ada yang  boleh masuk. Tapi masih gigih juga, ingin coba-coba kepandaian, melalui lubang angin.

Hoop, hoop, sss, ssst. Pergilah lah kalian semua. Pergi! Jangan sampai habis kesabaran saya. Terdengar suara yang menakutkan dari tepi lokasi dakek durian luncuang itu. Rupanya pemilik buah jerami itu datang. Terlihatlah Sekelompok Warga yang tiba-tiba saja entah dari mana datangnya, tidak menghiraukan juga sumber suara tersebut. 

Sudah berkali-kali di peringatkan. Hari pertama, kedua, ketiga. Masih juga tak dihiraukan.

Push..tembakan peringatan terdengar dari sumber suara.
Ssss,ssst, ia ingin memperlihatkan kemarahan sang pemilik buah jerami, dengan berjalan darat dalam lahan. 

Sang pemilik jerami menghalau "Ssst, sambil menggoyang pagar. Tapi Terdengar suara cemoohan dari dalam.
"Prit,prit, prit, Emang Gue pikirin? Kami tau bapak tidak suka kami ke sini, kedatangan kami hanya merugikan bapak. Mengambil hak bapak. Tapi asal bapak tau isi hati kami, "Kalau tidak Pahit sekali hidup ini, Mungkin kami  tak akan kesini, ya kan kawan-kawan? Prit,prit,prit, (Yaa kata teman-temannya). Kami kesini, karena terpaksa daripada anak bini kami kelaparan. Suara bapak tak menakutkan bagi kami. Sila kalau berani kejar kami. Katanya dari dalam lahan. 

Karena kesal, bengis, melihat warga yang kurang ajar merampas hak tanpa iba itu. "Sungguh terlalu. Saya yang ingin kalian main-mainkan, sudah saya bilang ke kalian jangan kesini juga, empat bulan saya rawat dengan susah payah pergi pagi pulang sore, tak kenal lelah, hujan dan panas. Tiba-tiba kalian ambil sesuka kalian.

Kalau sekali dua kali bolehlah, bisa saya maafkan. Ini kalian tak memikirkan orang lain ini. Mau menghabiskan. Bagaimana saya bisa makan untuk hidup nanti. Kalau kalian habiskan. Sekarang musim Corona dan PSBB, diimbau agar tetap di rumah. Dengan apa makan. Kurang ajar kalian ya.

dugdugdug, dugdugdug, dugdugdug. dengan lari yang kencang sang pemilik buah jerami mengejar warga tersebukalian. Dari kemaren-kemaren saya himbau ke kalian , jangan masuk dan rampas  juga buah jerami orang, tapi karena kalian pakak alyas tak mendengar. Begini akhirnya, saya sudah sangat sabar, dilepaskan pun kalian akan tetap juga tak mendengar himbauan. Lebih baik kalian diikat, dan pilihan cuma dua di masukan ke dalam penjara, atau sembelih. Kalau kalian masuk penjara bersyukurlah Kalian tetap gemuk kok karena makan tetap dikasih. Tapi kalau saya sembelih,  tamat riwayat. Kuali dan minyak goreng siap menanti kalian. Pemilik buah jerami akhirnya memutuskan untuk disembelih. Diasahnya pisau tajam-tajam. Warga yang ditangkap tersebut dengan berlinangan air mata. Menunjukkan penyesalan terhadap apa yang telah diperbuatnya.  Tapi apalah daya hendak dikata, Nasi telah menjadi bubur.  Walau dengan rasa berat hati, mautpun menghadangnya. Sekelompok burung-burung pipit tersebut akhirnya disembelih dan digoreng oleh Pak tani.

Demikian kisah kejadian beberapa hari belakangan ini, segugus burung Pipit  yang ditangkap Pak tani di sawah yang padinya sedang terbit berbuah.
Burung tersebut bernama unggeh pik pakak.

Bateh Batu, 2020

Jumat, 01 Mei 2020

JIKA WAKTU KU TINGGAL SEDETIK LAGI


Oleh: Zainal Masri
Kepala Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Tigo Nagari

Kamus besar bahasa Indonesia menjelaskan makna waktu adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada, atau berlangsung. Tidak seorangpun yang tau apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Dari arti kebahasaan ini penulis dapat berkata bahwa waktu adalah rangkaian saat proses aktifitas apapun yang kita lalui baik yang berlangsung  kemaren, hari ini, maupun yang akan datang. Tetapi yang akan datang itu tidak ada yang tau, hari ini telah dijalani esok tak ada yang tau.
Tidak ada yang dapat membunuh seseorang kecuali sikap menyia-nyiakan waktu.. Dikatakan demikian  karena  Membuang-buangnya lebih bahaya dari kematian akibat virus Corona (Covid 19). Kematian akibat virus Corona hanya memutus hubungan seseorang dengan dunia. Tapi jika seseorang menjual waktunya dengan harga murah bahkan membuang-buangnya, dia dapat memutus hubungan dengan sang Pencipta dengan segala manfaatnya.
Orang berkata “time is money” biasanya diterjemahkan waktu adalah uang.
Ungkapan itu benar. Tapi menurut hemat penulis tidak sepenuhnya benar. karena kalau benar waktu adalah uang, berarti dengan uang segala keinginan bisa diraih,  apa yang diinginkan bisa dibeli, jika belanja ke pasar ada uang ada barang lebih kurang maknanya demikian, tapi waktu?
Perlu kita sadari Waktu itu lebih berharga daripada uang. Jika hari ini uang yang ada dikantong kita hilang Rp. 50.000 minsalnya, masih ada harapan besok ataupun lusa dapat lebih banyak lagi selagi masih ada hayat, tapi kalau waktu apabila terbuang sia-sia, jangan harap bisa ditarik kembali. Dia bagaikan anak pelor lepas dari bedilnya.
Ada lagi yang berkata manusia itu hidup hanya tiga hari saja yaitu hari kemaren, hari ini dan hari esok. Hari kemaren adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan dan hari esok adalah harapan.
Pandangan penulis mengenai  ungkapan di atas yang sering di degung-dengungkan setuju saja, tapi kita tidak perlu larut dalam ungkapan tersebut. mana yang milik kita?? Ya, Yang punya kita hanyalah hari ini, esok belum tentu menjadi milik kita. Dikatakan semikian Sebab sedetik saja,bahkan setengah detik setelah ini kita tidak tau apa yang akan terjadi. Siapa yang bisa menjamin seseorang masih bisa hidup bsok pagi? 
Itu makanya Jauh-jauh hari yang sang Pencipta waktu telah mengingatkan manusia agar memanfaatkannya. Dikatakan Nya bahwa manusia pada dasarnya benar-benar merugi. Yang beruntung adalah orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. Demikianlah lebih kurang firman Nya dalam Alquran surat Alasr.
Namun kalau kita layangkan pandangan jauh dan kita tukikan padangan dekat dari sekian banyak orang yang diberi waktu lapang kenapa masih banyak yang menyia-nyiakannya?? Kita mendengar seseorang berkata “Ya, nanti akan saya kerjakan. besok akan aku selesaikan. Menurut penulis jangan harapkan dia, dan ketahuilah bahwa dia belum tentu akan mengerjakannya.
Penulis sebagai Kepala sekolah di Madrasah Aliyah Tigo Nagari dan juga guru hafiz Alquran. Tidak jarang bertanya kepada murid-murid melalui secarik kertas yang tidak usah dituliskan namanya. Ananda sebagai anak bapak generasi muda penerus masa depan bangsa, apa yang menjadi kendala  kamu semua dalam menghafal Alquran? Banyak diantara mereka yang menjawab mejawab dengan jujur dan polos tidak ada kendala dan masalah. saya akan menghafalnya nanti pak Insyaallah. Ada yang menjawab saya sibuk bantu orang tua di rumah, tidak ada waktu saya, malas belajar dan lain sebagainya. Demikianlah pengakuannya dengan lugu.
Sebagai seorang pendidik penulis hanya bisa bisa memberikan pemahaman, pengertian dan mengajak, Seandainya berlalu masa satu semester bahkan satu tahun pembelajaran tetap juga tidak akan meyempatkan waktuya untuk belajar dan menghafal Alquran. Bayangkan ada waktunya hari ini untuk belajar tapi ditundanya nanti atau besok. Waktu libur disediakan tapi mereka akan  berkata “sekarang saya liburan sungguh saya memiliki hak untuk menenangkan pikiran”. Begitulah seterusnya.
Lima atau sepuluh tahun yang akan datang kita akan mendengar, Banyak orang berkata; menyesal saya dulu kenapa tidak rajin sekolah ketika muda, ada waktu untuk belajar,  menulis dan berkarya tapi diri ini diam tak mau bergerak. Saya menyesal sekali.  Bahkan ada yang menyalahkan nasib, saya tidak sekolah dulu karena keadaan juga yang memaksa,  miskin, pakaian ke sekolah itu ke itu saja, jarak dari rumah ke sekolah jauh, kedaraan tidak ada, Makan saja susah, dan lain-lain.
Seandainya waktu bisa di mundurkan kembali, mungkin mereka ingin mengulang kembali aktivitasnya yang dulu pernah di sia-siakannya itu. Ingin mereka membangkitkan api semangatnya untuk berjuang kembali. Tapi sayang, mereka hanya akan mengharapkan kemustahilan.
Jika waktu ku Tinggal Sedetik Lagi
Dari Sisa-sisa waktu yang masih ada, Tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali memanfaatkannya. Belajarlah dari kisah orang yang sukses terdahulu seperti kisah Nabi Muhammad SAW. Dalam 100 tokoh yang paling berpengaruh di dunia, nomor 1 (satu)  adalah beliau, begitu dikatakan oleh Michael H. Hart.  Pak Habibi mengajarkan kita dalam bukunya “Tak boleh lelah dan kalah” kalau bukan kita yang merubah dan memangun bangsa ini siapa lagi?  Artinya, kesuksesan tidak didapat dengan semudah membalikan telapak tangan.
Bahkan Muhammad Subhan pegiat literasi Sumatera Barat pernah berkata “bekerja di ujung deadline itu berisiko tapi juga punya kenikmatan tersendiri jika sukses menuntaskan misi. Konsekuensinya dua saja, gagal atau berhasil”
Penulis cukup mengagumi beliau yang begitu giat memberikan dan menggalakan budaya gemar menulis dan membaca, kutipan tulisan beliau yang penulis hidangkan tersebut adalah cemety untuk siapapun. walaupun singkat tapi maknanya sangat dalam dan menjadi motivasi. Bagi penulis sendiri adalah sebuah motivasi dan seolah-olah beliau berkata Jangan pernah berhenti melakukan aktifitas-aktifitas positif guna mengukir prestasi. Tidak ada suatu perbuatan yang tanpanya resiko, Berbuatlah sesuai misi, jangan malu dan enggan untuk mencoba. Dengan kita berbuat tentu besar peluang suksesnya, minimalnya ada dua peluang, sukses atau gagal. Tapi jika malas mencoba peluangnya hanya satu saja “jelas gagal”.
Yang muda akan tua. Maka selagi muda manfaatkan untuk belajar dan berkarya supaya ketika datang waktu tua tidak menyesal.  Minimalnya menulislah! Agar orang tau bahwa kita pernah hidup di masa lalu. Walaupun kita tidak ada lagi di pentas dunia ini.
Di penghujung tulisan ini penulis ingin hidangkan agar kita ingat-mengingatkan agar berbuat yang terbaik sebagai apapun profesi kita, usahakan jangan sampai setiap detik waktu kita sia-sia nilainya. Hargailah waktu walaupun hanya sedetik bahkan setengah detik dengan memanfaatkannya. Mari buktikan bahwa kita benar-benar mencintai diri, keluarga, masyarakat bangsa dan negara ini. tanyalah diri kita masing-masing apa saja aktifitas positif yang sifatnya membangun yang sudah saya perbuat selama ini. Serta tidak usah bertanya apa saja yang telah saya terima selama ini. Hal ini penting bagi kita dalam menatap dan  menghadapi hari esok yang lebih baik.(*).

BIODATA PENULIS


Zainal Masri, itulah nama yang indah dikasih oleh orang tua.  Zainal, begitu orang memanggilnya. Lahir di Taratang Tunggang tepatnya Taggal 16 Juni 1989. Bateh Batu alamat Kampung Halamanya. Punya hobi membaca Alquran, menyanyi, diskusi, menulis, baca Puisi. Sebagai Seorang anak bangsa yang lahir dari keluarga yang sederhana ini bercita-cita ingin berguna untuk orang banyak. Penulis adalah Guru MTsS Nagari Binjai dan Kepala sekolah di Madrasah Aliyah Swasta Nagari Binjai Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat. Pendidikan Formal Sarjana di selesaikan di STAIN Batusangkar Tahun 2014 Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam dan sekarang masih dalam proses peyelesaian S2 di UIN Imam Bonjol Padang yang juga Jurusan Pedidikan Agama Islam. Adapun prestasi yang pernah di raih Selama menjadi Guru dan Kepala  Madrasah di antaranya adalah dalam bidang keagamaan; Juara 1 MTQ Tingkat Kecamatan Tigo Nagari (2018), Juara 2 MTQ Tigkat Kabupaten Pasaman (2018), Juara 1 Lomba Khutbah Jumat dan azan antar Guru Pendidikan agama Islam Se-Kabupaten Pasaman (2018), Juara 3 Lomba Pekan Tilawatil Quran Tingkat LPP RRI Bukittinggi (2019).
Dalam Bidang seni di antaranya pernah Juara Harapan 3 Lomba nyanyi lagu minang Tingkat Provinsi Sumatera Barat, di Kota Pariaman (2019), Peserta Berbakat dalam Lomba Baca Puisi Tingkat Sumatera (2018-2019). Selain dalam bidang Keagamaan dan Seni pernah juga meraih Juara 3 Lomba Menulis Artikel antar ASN/Konrak/Honorer Tigkat Kabupaten Pasaman dengan Judul ; Pendidikan di Kabupaten Pasaman (2019), Berpartisipasi mengikuti Lomba menulis artikel yang di adakan oleh PT. Semen Padang dengan tema 110 Tahun Semen Padang membagun Negeri (2019). Karya-karya Tulis memang belum ada yang dibukukan, penulis sangat berharap bahwa ini adalah langkah awal untuk menyalurkan hobi dan cita-cita baru dalam menulis. Bimbingan, kritik dan saran diperlukan untuk membangun pribadi penulis agar lebih baik ke depannya. Penulis bisa di Hubungi lewat nomor Hp/WA. 085278158841 atau di  Facebook dan Blog pribadi Zainal Masri.